Peresmian Gerakan Posyandu Peduli Tumbuh-Aktif-Tanggap 2012

   
Pabrik Baru

  • Gerakan Posyandu Peduli Tumbuh-Aktif-Tanggap (TAT) 2012 diresmikan oleh Ketua Umum Tim Penggerak PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Pusat Ibu Hj. Vita Gamawan Fauzi, SH dalam Gebyar Posyandu di Bekasi 24 Januari 2012 dengan dihadiri ratusan anggota tim penggerak PKK dan kader Posyandu. Program 2012 terdiri atas Kelas Kader Posyandu, serta Kontes Posyandu di 16 provinsi, dan pemberian penghargaan kepada kader dan posyandu terbaik dalam Jambore Nasional PKK Oktober 2012.
  • Tim Penggerak (TP) PKK Pusat mendukung implementasi “Tumbuh-Aktif-Tanggap” secara nasional melalui Gerakan Posyandu Peduli Tumbuh-Aktif-Tanggap yang dilaksanakan atas kerjasama dengan Nestlé DANCOW Batita, susu pertumbuhan untuk anak usia 1 tahun ke atas, sebagai tindak lanjut penandatanganan nota kesepahaman di Pontianak pada Mei 2011.
  • Modul Pelatihan Gerakan Posyandu Peduli Tumbuh-Aktif-Tanggap 2012 disusun oleh tim ahli untuk digunakan dalam pelatihan kepada lebih dari 5.000 kader PKK di 46 kota di 16 provinsi dengan tujuan revitalisasi dan peningkatan kualitas Posyandu TAT. Program bertujuan turut mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat, sesuai visi dan misi TP PKK Pusat dan Nestlé Indonesia.

Bekasi, 24 Januari 2012 – Gerakan Posyandu Tumbuh-Aktif-Tanggap 2012 diresmikan oleh Ketua Umum Tim Penggerak PKK (Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga) Pusat Hj. Vita Gamawan Fauzi, SH, didampingi Presiden Direktur PT. Nestlé Indonesia Arshad Chaudhry sebagai mitra kerjasama, dalam kegiatan Gebyar Posyandu Tumbuh-Aktif-Tanggap di Bekasi, Selasa 24 Januari 2012, yang merupakan kegiatan pembuka dari program 2012 yang terdiri atas Kelas Kader dan Kontes di 16 provinsi, serta pemberian penghargaan kepada kader dan posyandu terbaik dalam Jambore Nasional PKK pada Oktober 2012.

Gerakan Posyandu Peduli Tumbuh-Aktif-Tanggap 2012 adalah program kerjasama PKK Pusat dan Nestlé DANCOW Batita dalam upaya memberikan pelatihan untuk meningkatkan kualitas pelayanan Posyandu melalui sosialisasi 3 (tiga) tanda TAT (Tumbuh-Aktif-Tanggap) sebagai panduan mudah bagi para kader dan orang tua dalam memantau pertumbuhan dan perkembangan optimal anak. Panduan ini dirumuskan oleh tim ahli yang mewakili kajian ilmu terkait, terdiri atas ahli gizi Prof. Dr. Ir. Ali Khomsan, ahli psikologi Dra. Mayke Tedjasukmana, M.Psi dan tim ahli PKK Pusat, yang kemudian dituangkan dalam modul-modul pelatihan sebagai panduan dalam pelatihan kader dan pelaksanaan harian posyandu.

Program yang bertujuan turut mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat ini, sesuai visi dan misi Tim Penggerak (TP) PKK Pusat dan Nestlé Indonesia, merupakan kelanjutan dari nota kesepahaman yang ditandatangani Tim Penggerak PKK Pusat dan PT Nestle Indonesia dalam Seminar Nasional “Batita Indonesia TAT” di Pontianak 30 Mei 2011.

Sebagai sebuah Gerakan Nasional, program ini bertujuan meningkatkan kinerja para kader Posyandu dengan meningkatkan pengetahuan terhadap aspek tumbuh-kembang anak sehingga dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

“Gerakan Posyandu Tumbuh-Aktif-Tanggap mendukung program Pemerintah yakni merevitalisasi dan meningkatkan kualitas Posyandu se-Indonesia. Kami berharap gerakan ini mampu meningkatkan peran para kader Posyandu sebagai garda depan kesehatan dan semakin banyak masyarakat Indonesia datang ke Posyandu untuk memantau tumbuh aktif tanggap batitanya,” ujar Ketua Umum Tim Penggerak PKK Pusat Hj. Vita Gamawan Fauzi dalam Gebyar Posyandu TAT.

Sementara Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia Arshad Chaudry mengatakan, “Gerakan Posyandu Peduli TAT merupakan salah satu bentuk kegiatan dari komitmen Nestlé Indonesia dalam turut mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat. Kami optimis melalui gerakan nasional ini kami dapat meningkatkan pengetahuan para kader Posyandu sehingga mendorong dan mewujudkan anak batita Indonesia yang lebih sehat”.

Gebyar Posyandu sebagai pembuka rangkaian program 2012, diselenggarakan di Bekasi dan Malang dengan dihadiri ratusan anggota tim penggerak PKK dan kader Posyandu.

Sedangkan Category Marketing Manager Nestle DANCOW Growing Up Milk, Pritha mengatakan, Nestlé DANCOW Batita ingin selalu meningkatkan pelaksanaan gerakan posyandu secara berkelanjutan. “Kami menyadari bahwa tugas kader PKK sebagai garda terdepan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat sangat penting, oleh karena itu di tahun 2012 ini kami membuat Modul Pelatihan Gerakan Posyandu TAT sebagai standar pelajaran tentang tumbuh kembang anak yang optimal dan membantu meningkatkan kualitas posyandu di Indonesia, untuk mewujudkan anak-anak Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas, juga memberikan apresiasi kepada kader-kader terbaik di Indonesia.”

Nestlé DANCOW Batita telah menggelar pelatihan bagi para kader melalui program “Ayo ke Posyandu TAT (Tumbuh- Aktif-Tanggap)” sejak tahun 2008 dan hingga kini telah menjangkau lebih dari 15.400 kader di lebih dari 3.700 Posyandu di 16 propinsi, serta melibatkan lebih dari 350.000 ibu rumah tangga, tambah Pritha.

Nestlé DANCOW Batita

Nestlé DANCOW Batita adalah susu pertumbuhan untuk anak usia 1 – 3 tahun dengan nutrisi tepat, rasanya lezat dengan harga terjangkau. Nestlé DANCOW Batita membantu masyarakat Indonesia, khususnya kelas menengah ke bawah, dalam memenuhi kebutuhan nutrisi para anak berusia 1 – 3 tahun pada masa periode emas tumbuh kembang anak.

Nestlé DANCOW Batita memiliki kandungan nutrisi terpadu yang diperlukan untuk menunjang batita Indonesia TUMBUH, AKTIF, dan TANGGAP, karena mengandung semua kebaikan susu, ditambah prebiotik, inulin, vitamin, mineral serta LA, ALA, kolin dan taurin untuk membantu tumbuh kembang anak. Tersedia dalam dua pilihan rasa madu dan vanila yang lezat rasanya dan sangat disukai anak-anak.

Informasi umum tentang Nestlé Indonesia

Nestlé Indonesia adalah anak perusahaan Nestlé SA, perusahaan yang terdepan dalam bidang gizi, kesehatan dan keafiatan, yang berkantor pusat di Vevey, Swiss. Nestlé SA didirikan lebih dari 140 tahun yang lalu oleh Henri Nestlé, seorang ahli farmasi yang berhasil meramu bubur bayi guna membantu seorang ibu menyelamatkan bayinya yang sangat sakit dan tidak mampu menerima air susu ibu.

Nestlé Indonesia didirikan pada 1971 dan kini memperkerjakan sekitar 2.600 karyawan. Selain pabrik baru yang akan dibangun di Karawang, Jawa Barat dengan nilai investasi sebesar USD 200 juta, tiga pabrik di Panjang (Lampung), Cikupa (Banten) dan Kejayan (Jawa Timur) memproduksi produk susu, makanan dan minuman dengan merek terkenal seperti DANCOW (susu bubuk), MILO (minuman cokelat malt), NESCAFÉ (kopi instan), CERELAC (bubur bayi), KIT KAT (wafer cokelat), FOX’S (permen gula Kristal), BEAR BRAND (susu steril), MILKMAID dan CARNATION (susu kental manis), dan NESTLÉ IDEAL (susu bubuk dengan harga terjangkau). Pada Maret 2010, Nestlé berinvestasi lebih dari USD 100 juta untuk menambah kapasitas produksi di pabrik susu Kejayan hingga dua kali lipat.

Moto Nestlé “Good Food, Good Life” menggambarkan komitmen perusahaan untuk terus mengkombinasikan ilmu dan teknologi guna menghasilkan produk-produk yang mampu memenuhi kebutuhan dasar manusia akan makanan dan minuman bergizi, serta aman untuk dikonsumsi serta lezat rasanya.

Nestlé mengoperasikan 29 pusat Penelitian dan Pengembangan (R&D) di seluruh dunia. Di Asia, Nestlé mempunyai pusat R&D di Tokyo, Beijing, Shanghai, India dan Singapura.