Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Nestlé Management Trainee Program

What is the Nestlé Management Trainee Program?

Nestlé Indonesia hires outstanding graduates onto Nestlé Management Trainee Program based in different business streams. As an NMT, you will follow a comprehensive 24 months program that aims to grow high-performing talent to becoming the future leaders of Nestlé. We leverage on a holistic approach to people development as we believe that 100% development impact can be achieved if we combine Experience, Networks, and Education based approaches together.By the end of the program; you are expected to be prime candidates for future leadership roles.

Challenge yourself, be a part of the global team who brings you leading food and beverage brands such as Nescafé, Dancow, Kitkat, Milo and many other quality brands.

Hear from former MT's

Who we are looking for ?

• Bachelor’s degree with maximum 2 years of working experience
• Leadership experiences in campus organizations or equivalent
• Excellent verbal and written English communication skills
• Strong analytical thinking, presentation, and leadership skills
• Ability to play it well independently and in a team

What streams can I apply to ?

They are currently 5 streams, read more about each stream below

How does the application process happen?

SELECTIONPROCESS

 

We strongly suggest you to access the application portal using Google Chrome on Desktop. Please note that you can only apply for ONE STREAM. You will not be able to use the same candidate data to apply for multiple streams.

Still have questions?

Access our F.A.Q! 

 

Disclaimer

All Nestlé Management Trainee 2020 program recruitment information provided here will be adjusted in accordance with company's guidance for large events and mass gatherings to ensure the safety of applicants and employees in light of the COVID-19 pandemic.

Pesan Anda telah berhasil diteruskan, dan kami akan berusaha membalasnya sesegera mungkin. Mohon maklum jika balasan tersebut tertunda pada periode akhir pekan atau hari libur.

Kami harap Anda menikmati kunjungan Anda di situs web ini.
Press Releases
Title
Date

Membantu 50 juta anak hidup lebih sehat pada 2030


Nestlé for Healthier Kids 
 

Gizi merupakan faktor kunci dalam memastikan perkembangan kesehatan anak. Namun tentu saja, teori dan praktik harus sejalan. Mendorong anak agar makan lebih banyak sayur dan buah, memastikan bahwa makanan mereka memiliki kandungan gizi yang terbaik dan sumber protein yang mereka konsumsi bervariasi dapat menjadi tantangan tersendiri bagi para orang tua.

Kami sangat menyadari betapa pentingnya mengambil tindakan untuk membantu mengatasi tantangan terkait obesitas dan kekurangan gizi pada anak.

Melalui Nestlé for Healthier Kids, kami mengerahkan seluruh upaya untuk mendukung para orang tua dalam perjalanan mereka membesarkan anak-anak yang lebih sehat. Dengan upaya-upaya seperti riset terdepan hingga pengembangan produk, program edukasi hingga layanan inovatif dalam bidang gizi dan gaya hidup, ambisi kami adalah untuk membantu 50 juta anak hidup lebih sehat pada 2030.

Inisiatif Nestlé for Healthier Kids memiliki dua area fokus:

1. Mempercepat transformasi portofolio produk kami


Untuk memastikan bahwa merek-merek kami mendukung gaya hidup yang lebih sehat, kami telah:

  • Mengurangi lebih dari 40.000 ton gula dan 6.200 ton lemak jenuh dari produk-produk kami secara global sejak 2014;
  • Mengurangi lebih dari 15.000 ton garam dari produk-produk kami secara global sejak 2012;
  • Meningkatkan jumlah produk makanan yang difortifikasi dengan mikronutrien hingga 174 miliar porsi secara global pada 2017. Di Indonesia sendiri, sebanyak empat miliar porsi produk kami telah difortifikasi dengan zat besi;
  • 99.8% portofolio global produk kami bebas dari asam lemak trans

Kami juga telah menetapkan komitmen progresif untuk 2020:

  • Menambahkan 750 juta porsi (80 g) sayur pada produk-produk kami secara global;
  • Menambahkan setidaknya 300 juta porsi (16 g) biji-bijian dan kacang-kacangan kaya serat pada produk-produk kami secara global. Sebanyak 1,8 juta mangkuk sereal dengan gandum utuh dari Nestlé Breakfast Cereals telah dikonsumsi oleh anak-anak Indonesia;
  • Mengurangi lebih banyak lagi kandungan gula pada produk-produk kami secara global hingga 5%. Di Indonesia sendiri, kami berkomitmen mengurangi sebanyak 3.000 ton gula pada 2020;
  • Mengurangi lebih banyak lagi kandungan garam pada produk-produk kami secara global hingga 10%;
  • Mewujudkan komitmen global yang kami buat pada 2014 untuk mengurangi lemak jenuh hingga 10% di semua produk yang belum memenuhi rekomendasi WHO

graphic 

Berikut adalah beberapa upaya transformasi portofolio produk kami di Indonesia:

Fortifikasi mikronutrien


DANCOW dan CERELAC 

Nestlé berkomitmen untuk membantu menangani isu malnutrisi melalui fortifikasi produk dengan berbagai zat gizi sesuai dengan kebutuhan keluarga Indonesia, terutama zat besi, yodium, vitamin A, dan zink.

Melalui upaya fortifikasi pada produk-produk ternama seperti DANCOW dan CERELAC, kami dapat menjangkau jutaan anak di Indonesia, membantu mereka mendapatkan zat gizi yang dibutuhkan untuk mendukung tumbuh kembang yang optimal.

Pengurangan kandungan gula


MILO 

Pada 2018, Nestlé meluncurkan MILO baru dengan kandungan gula 25% lebih rendah, sebagai wujud komitmen perusahaan untuk menghadirkan lebih banyak lagi pilihan yang lebih sehat dan lebih lezat.

Tidak hanya mengurangi kandungan gulanya, kami juga memperkaya kandungan malt dan meningkatkan kandungan vitamin dan mineral, seperti vitamin B3, B6, B12, C, D, kalsium, fosfor, dan zat besi.
 

Kandungan gandum utuh


Nestlé KOKO KRUNCH 

Nestlé membuat gandum utuh sebagai bahan utama di seluruh portofolio Nestlé Breakfast Cereals. Gandum utuh mengandung ketiga komponen dari biji-bijian, yaitu bekatul, endosperma, dan benih.

Dengan rasa yang lezat, gandum utuh membantu memenuhi kebutuhan akan serat, vitamin, mineral, serta zat-zat gizi lainnya.

 

2. Menginspirasi dengan program-program dan layanan pendukung


Para orang tua membutuhkan dukungan dalam membesarkan anak-anak dengan pola makan dan gaya hidup yang lebih sehat. Kami mengembangkan berbagai program dan layanan online yang menyediakan pengetahuan tentang gizi, resep sehat, dan tips praktis.

Pada 2018, berbagai program di bawah inisiatif Nestlé for Healthier Kids telah menjangkau 29 juta anak di 86 negara di seluruh dunia.

Berikut adalah beberapa contohnya:

Awal Sehat Tumbuh Sehat Nestlé


Nestlé Awal Sehat Tumbuh Sehat 

Menerapkan praktik-praktik gizi yang baik sedini mungkin merupakan salah satu faktor penentu untuk menjadi orang dewasa yang sehat. Awal Sehat Tumbuh Sehat Nestlé menawarkan layanan gizi bagi setiap orang tua untuk 1.000 hari pertama kehidupan anak — mulai dari kehamilan hingga anak berusia dua tahun.

Program yang dirancang untuk membantu para orang tua menciptakan manfaat kesehatan jangka panjang bagi anak ini tersedia di lebih dari 50 negara, dan sebanyak hampir 10 juta orang tua telah terdaftar saat ini. Layanan-layanan kami, yang sebagian besar bersifat online, mencakup program edukasi e-learning yang mengolah berbagai temuan ilmiah terkini menjadi rekomendasi pola makan praktis dan sederhana bagi anak.

Program Olahraga MILO


aktivitas olahraga MILO  

Anak-anak yang tumbuh besar dengan olahraga bukan hanya akan hidup lebih sehat dan aktif, tapi juga mengenal keterampilan dan nilai-nilai yang akan membantu mereka berhasil dalam kehidupan.

Berbagai program olahraga MILO di seluruh dunia telah membantu lebih dari 20 juta anak menumbuhkan kecintaan mereka pada olahraga dan belajar tentang nilai-nilai penting seperti kerja sama tim dan kepemimpinan. Di Indonesia sendiri, sebanyak 200 ribu anak telah berpartisipasi dalam berbagai kegiatan olahraga yang diselenggarakan oleh MILO.

Program Nestlé Healthy Kids


program sekolah Nestlé Healthy Kids  

Berkolaborasi dengan lebih dari 300 mitra di seluruh dunia, program khusus untuk sekolah ini dilengkapi dengan modul untuk membantu para guru, orang tua, dan siswa dalam upaya edukasi tentang gizi dan mendorong penerapan gaya hidup sehat di lingkungan sekolah. Program ini diimplementasikan di lebih dari 80 negara, termasuk Indonesia.

Melalui Nestlé Healthy Kids, kami memberikan edukasi mengenai gizi dan asupan makanan sehat, aktivitas fisik rutin, kesadaran akan lingkungan, serta kebersihan diri.





Baca lebih lanjut tentang inisiatif global Nestlé for Healthier Kids di www.sahabatnestle.co.id/nestleforhealthierkids/.

pembersihan pantai

Seiring dengan bertambahnya sampah plastik yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) atau di laut kita, yang kemudian membahayakan kehidupan liar, penanggulangan polusi plastik menjadi semakin mendesak. Hal ini merupakan sebuah prioritas dan tanggung jawab serius bagi kami.

Kami melakukan percepatan pada berbagai upaya yang kami lakukan terkait penanganan masalah sampah plastik dan kami berkomitmen untuk membuat perubahan signifikan di mana pun kami beroperasi.

Kami telah mengambil langkah-langkah awal dengan upaya-upaya kami, tapi masih ada banyak lagi hal lainnya yang akan kami lakukan. Kami ingin memimpin perubahan ini.

Visi dan komitmen kami

Visi kami adalah untuk memastikan bahwa tidak ada kemasan kami, termasuk yang terbuat dari plastik, berakhir di TPA atau mencemari lingkungan. Visi ini bukan sekadar sebuah cita-cita mulia – kami benar-benar bekerja keras mewujudkannya untuk membantu menciptakan masa depan yang bebas sampah.

Tahun lalu, kami telah menyatakan komitmen kami untuk menggunakan 100% kemasan yang dapat didaur ulang atau digunakan kembali pada 2025. Pada Januari 2019, kami juga telah menetapkan visi yang lebih luas untuk menciptakan masa depan bebas sampah serta mengumumkan beberapa langkah spesifik yang akan kami lakukan untuk mewujudkan komitmen tersebut.

Walaupun kami juga berkomitmen untuk mendorong berbagai solusi daur ulang di mana pun hal tersebut memungkinkan, kami memahami bahwa penggunaan 100% bahan yang dapat didaur ulang tidaklah cukup untuk dapat menangani masalah sampah plastik secara tuntas. Kita perlu menembus batas dan melakukan lebih banyak lagi. Kami bertekad untuk melihat setiap opsi yang ada dan mungkin dilakukan untuk memecahkan tantangan yang rumit ini dan akan mengimplementasikan berbagai solusi yang dapat menciptakan dampak secepatnya. Sebagai contoh, di lokasi-lokasi di mana infrastuktur daur ulang yang memadai belum ada, kami percaya bahwa materi berbahan dasar kertas yang dapar didaur ulang atau dibuat kompos dan bahan polimer yang biodegradable dapat menjadi solusi.

Keamanan dan kualitas dari produk-produk makanan dan minuman kami merupakan hal yang tidak dapat ditawar. Kami tidak akan pernah mengesampingkan kesehatan para konsumen selama proses menjalankan berbagai solusi baru.

Langkah-langkah yang kami lakukan

Penanganan masalah polusi plastik yang rumit ini membutuhkan pendekatan yang inklusif dan terkoordinasi dengan baik. Untuk mencapai objektif tersebut, diperlukan langkah-langkah yang spesifik. Sejalan dengan pendekatan tersebut, kami mengambil langkah-langkah nyata sebagai berikut:

1. Memelopori penggunaan bahan-bahan alternatif


  • Kami telah mendirikan Nestlé Institute for Packaging Sciences untuk mengembangkan bahan-bahan kemasan yang berkelanjutan dan berkolaborasi dengan para mitra industri untuk mendorong penelitian dan inovasi. Saat ini, kami sedang mempelajari serangkaian inovasi di institut ini, termasuk penggunaan bahan-bahan berdasar kertas dan bahan polimer yang biodegradable atau dapat dibuat kompos, yang juga dapat didaur ulang.
  • Kami telah meluncurkan penggunaan kemasan berbahan dasar kertas untuk merek NESQUIK secara global pada kuartal pertama 2019, dan akan melakukan hal yang sama dengan merek YES! pada semester kedua 2019. Merek SMARTIES juga akan mulai menggunakan kemasan berbahan dasar kertas dan bebas plastik pada 2019 dan MILO akan mulai memperkenalkan kemasan pouch berbahan dasar kertas pada 2020.
  • Secara bertahap, kami sudah mulai mengurangi penggunaan bahan plastik yang tidak dapat atau sulit untuk didaur ulang (pdf, 50Kb) untuk seluruh produk kami di seluruh dunia, untuk dapat menghilangkannya secara keseluruhan pada 2025.
  • Sebagai bagian dari komitmen ini, mulai Februari 2019, kami juga sudah mulai menghilangkan penggunaan sedotan plastik dari seluruh produk kami.
  • Nestlé Waters sudah memulai upaya untuk dapat meningkatkan kandungan bahan PET hasil daur ulang dalam botol-botol produknya hingga 35% pada 2025. Di Amerika Serikat, angka tersebut akan mencapai 50% pada 2025, dengan fokus pada merek POLAND SPRING, sama halnya dengan di Eropa untuk merek-merek ACQUA PANNA, BUXTON, HENNIEZ, dan LEVISSIMA.
  • Kami telah meresmikan kerja sama global dengan Danimer Scientific untuk mengembangkan botol dengan bahan biodegradable dan dapat didaur ulang untuk kebutuhan bisnis air minum kami.
  • Memahami tantangan yang ada untuk mendapatkan bahan-bahan daur ulang yang aman untuk produk makanan, kami telah menjalin kerja sama dengan PureCycle Technologies untuk memproduksi bahan polipropilena hasil daur ulang.
  • Kami juga telah bergabung dengan NaturALL Bottle Alliance, yang bertujuan untuk mengembangkan PET yang terbuat dari 100% bahan-bahan natural untuk dapat digunakan di bisnis air minum kami.

2. Membantu menciptakan masa depan bebas sampah


  • Kami bekerja sama dengan Project STOP, inisiatif terdepan dalam upaya menangani polusi sampah plastik di lautan, melalui kemitraan dengan pemerintahan dan berbagai kota di Asia Tenggara. Proyek pilot yang pertama dari Project STOP berlokasi di Indonesia.
  • Nestlé merupakan salah satu pencetus dari New Plastics Economy Global Commitment, sebuah inisiatif yang dipimpin oleh The Ellen MacArthur Foundation bekerja sama dengan UN Environment, yang bertujuan untuk mendorong dan meningkatkan progres dalam upaya menanggulangi masalah sampah plastik.
  • Kami bertekad untuk mengurangi penggunaan bahan plastik sekali pakai (single-use plastic) dalam bisnis kami, dan untuk itu, kami memperkenalkan kemasan yang dapat digunakan kembali, sistem pengiriman baru, dan model bisnis inovatif sebagai berikut:

  • Kami bermitra dengan Veolia untuk menangani pengumpulan, pemilahan, dan daur ulang sampah plastik, dengan fokus khusus pada kemasan plastik lentur. Kemitraan ini juga akan mempelajari berbagai teknologi untuk membangun model-model sistem daur ulang yang layak dan berkelanjutan di berbagai negara, yang juga mencakup teknologi daur ulang bahan kimia, yang akan membantu Nestlé meningkatkan kandungan bahan hasil daur ulang dalam kemasan air minum hingga 35% dan dalam kemasan produk lainnya hingga 15% pada 2025.
  • Bersama beberapa perusahaan lain, kami baru saja meresmikan Africa Plastics Recycling Alliance untuk membangun infrastruktur daur ulang di seluruh Afrika Sub-Sahara – dan menciptakan lapangan kerja di sepanjang proses tersebut.

3. Mendorong perubahan perilaku


  • Semua fasilitas operasional Nestlé yang berjumlah 4.200 di seluruh dunia akan menghilangkan penggunaan bahan plastik sekali pakai (single-use plastic) yang tidak dapat didaur ulang.
  • Karyawan kami di seluruh dunia akan mendedikasikan waktu mereka untuk membersihkan sampah secara sukarela dan berpartipasi dalam berbagai aktivitas membersihkan lingkungan dalam rangka Hari Lautan Sedunia (8 Juni). Untuk informasi lebih lanjut tentang bagaimana Anda bisa berpartisipasi, kunjungi situs World Oceans Day.
Blog posts
No results match this selection
Your First Day
Nine essential tips for your first day at work

You want to make a fantastic impression on your first day. Or at least, not to get too much stuff wrong. Believe it or not, it’s possible to thoroughly enjoy the experience, and build on it in the coming days, weeks and months. These tips will help you from that all-important day one.

F

1. You are what you wear

This might be just a case of checking what the dress code is, if there is one. You certainly want to be well presented as it’ll give you a confidence boost and help you impress all the new colleagues you’re going to be meeting. You’re representing yourself, your team and your new company, so be smart about it.

2. Get there early

This may sound basic, but work out which train or bus you need to catch, or where you can park. You don’t want to be caught offering excuses because you’re stuck in a traffic jam. Plan this part, and you’ll have one less thing to think about on the day.

3. Be confident

The workplace, especially if it’s your first, is almost designed to make you nervous. So just remember that everyone will feel the same on their first day doing new things among new people. You’re not expected to know it all, so just be friendly and start learning straight away.

4. Say hello

You’ll be introduced to people by your manager, but say hello if you meet other people too, whether you’re trying to use the coffee machine or you’ve got lost looking for the kitchen. Keep eye contact, smile and shake their hand. If you’ve prepared a little intro about yourself, use it to create a good first impression.

5. Ask questions

The more you ask early on, the better it is. Better still, try to remember most of it. A new job is the best time to question anything you don’t understand, and you’ll look great if you manage to pick a lot of it up. Try to get organised about that and other things from the start.

6. Remember what you said at the interview

They decided to hire you for a reason, so show that you can do that thing or be that person. (You should make a habit of keeping track of your contributions and accomplishments as well, so that you’re on top of how well you’ve done when performance review time comes around.)

7. Social media

Remember to update your title across your own social media platforms and to start following your new company and colleagues, if you’re not doing that already. As you meet new people, find them on Twitter or LinkedIn.

8. Develop some great relationships

Be nice, be friendly, be yourself – but always remember that the best working relationships are based on respect and trust, and respect and trust are based on actions and performance, not just on words. You may not have the contacts, the ability or the experience to do a lot right from the start, but you don’t need skills to be willing to help out and work hard.

9. Enjoy it! Really

Your first day can really be enjoyable if you plan what you can, and show you’re keen to learn. No one will expect you to be brilliant right out of the gate, so don’t stress about impressing absolutely everyone and remember to have fun.

Your Second Interview
What you should do if asked for a second interview

When you’re asked in for a second interview, it’s great news. Maybe your prospective employer needs sign-off on hiring you from someone higher up. Perhaps they want you to meet other members of the team to see how well you’d fit in. Or it could be that they’ve narrowed their selection down to just a few candidates and they want to decide which one to make an offer to. Whatever the reason, you’ll need to approach the second interview in a slightly different way to the first one.

It is essential you prepare well for your second interview

Prepare

You need to start by looking at the points you made about your skills and experience during the first interview and try to identify what impressed them, and what they were less impressed by. In that way, you can give them more of the aspects of you that went down well and counter questions you felt you struggled with before.

If they’ve told you who the other interviewers are, there would be no harm in doing some research to find out how long they’ve been with the company, what they’ve done and what companies they worked for before.

Be confident

Second interviews are usually a bit more intense. There might be senior people present at the interview to ask you about your specialist skills. If that’s the case, be confident in talking about relevant parts of your background. Have a few examples ready to illustrate them all so that you can be more specific about your answers.

Tricky questions

Some interviewers ask them, others don’t. But you’d do well to be prepared for questions that apparently come from nowhere, as the panel may just want to see how you deal with it.

Don’t forget to ask your own questions

Second interviews are a better time to ask lots of questions as you can make them more relevant. Always ask hiring managers what they like about the company, what they think its goals are and how well it achieves them.

Fitting in

The second interview can often include meeting a few other people in your potential department or taking a short tour. The main reason for this is to make sure you're going to fit in. If you are a good fit, show it; but if you aren't, you probably wouldn't be happy working there, anyway. This is your chance to work out if you’d get on with your future team mates too and if you’d accept an offer.

Taking the offer

If they don’t make you an offer straight away, ask about the next step and how soon they might be able to give you a decision. But if they do, no matter how much you want to say yes, say thanks instead and ask for some time to consider. There’s no point spending the next few months of your life in a role that isn’t right for you, so you need to think about it.

Lastly

Don’t forget that all-important thank you note. Even if you don’t take this particular job, you’ve made new contacts who might remember you when they move on. And networking is valuable.

Body Language
Seven body language tips that will help you get the job

So you’ve made it to the interview stage of the application process but are you ready to show your most positive, employable side? Body language plays a huge role in how we’re perceived – not slouching or crossing your arms are the obvious actions to avoid, but what about the less obvious signs? Making these small changes will certainly improve your chances of getting the job you applied for.

ody language plays a very important role at a job interview

1. What are your hands saying?

Playing with your hair or tie, or clutching a bag or glass for longer than needed will make you look tense and nervous. Keep your palms up and open to show honesty and receptiveness and remember a firm handshake is the quickest way to establish rapport.

2. Look like you mean it

Making direct eye contact can be intimidating but the trick is to try and relax and listen. By focusing 100% on what your interviewer is saying you will naturally focus your eyes on theirs while showing interest and alertness.

3. Lean forward to listen

Leaning ever-so slightly forwards signifies you’re interested and focused.

4. Go slow

Think before replying to questions and try not to rush through your answers. If you need to take a moment, take it. Pause, think, reply – it’s important to be in control rather than letting yourself ramble.

5. Pick a positive role model

What media personalities do you think have particularly good body language? Check out their interviews and see if there’s anything you can learn. A winning smile is usually key!

6. Dress for the job you want

Before the interview find out the company’s dress code and match it. While over-dressing won’t harm your chances of getting the job, under-dressing almost certainly will.

7. Practice

Stand in front of a mirror and practice introducing yourself and answering a simple interview question such as ‘How do you see yourself fitting in our company?’. You’ll instantly realise when you need to increase and decrease your positive body language signals.

And if this is too much for you to remember another handy tip is to subtly imitate any positive body language signals your interviewer is making. If they’re smiling and relaxed, you should try to do the same. While good body language alone won’t get you the job you always wanted, it will definitely help in projecting a confident and professional image of yourself.