Media

Sep 21, 2011

Nestlé Indonesia memprakasai Lokakarya Pengembangan Persusuan yang berkelanjutan serta Lokakarya Pengembangan Kakao yang berkelanjutan di Indonesia

Pada tanggal 25 Juli 2011, Nestlé Indonesia menyelenggarakan sebuah lokakarya di Surabaya bersama-sama dengan pejabat pemerintah, LSM, akademia, peternak sapi dan pemangku kepentingan persusuan lainnya bertemu untuk mendiskusikan cara-cara untuk mengembangkan persusuan di Indonesia; diikuti lokakarya tanggal 27 Juli 2011 di Makasar tentang pengembangan kakao yang berkelanjutan di Indonesia. Disamping itu, kedua lokakarya tersebut juga mendiskusikan cara pembangunan pedesaan yang berkelanjutan di Indonesia.

Pembangunan pedesaan yang berkelanjutan melalui praktik pertanian yang berkelanjutan akan membantu masyarakat, terutama para perempuan dan generasi muda di daerah pedesaan untuk mendapatkan penghasilan tetap, melindungi mereka dari dampak ekonomi dan iklim yang bergelojak, dan pada saat yang bersamaan melestarikan lingkungan. Perbaikan kondisi kehidupan masyarakat di daerah pedesaan akan membantu mereka untuk keluar dari kemiskinan dan kelaparan, dan akan membantu pemerintah untuk memastikan keamanan pangan (food security).

Nestlé menyadari bahwa pembangunan pedesaan merupakan pendorong utama pengembangan dunia. Diperkirakan bahwa 70% kemiskinan dunia berpusat di daerah pedesaan, sehingga investasi kapasitas pertanian sangat penting mengingat dunia menghadapai tantangan serius mengenai keamanan pangan bagi populasi yang terus berkembang. Oleh karena itu pengembangan pedesaan, bersama nutrisi dan air menjadi fokus Creating Shared Value yang merupakan bagian hakiki strategi bisnis Nestlé.

Kedua lokakarya ini merupakan tindak lanjut dari World Economic Forum Asia Timur yang diadakan di Jakarta bulan Juni yang lalu, dimana Nestlé telah mengulangi komitmennya untuk mengembangkan pertanian antara lain lewat kemitraan publik dan swasta (public partnership).

Lokakarya Pengembangan Persusuan

Dari kiri ke kanan: Ibu Enny Ratnaningtyas, Direktur Minuman dan Tembakau, Departemen Perindustrian, Bp. Djajadi Gunawan, Direktur Kesehatan Masyarakat Vet, Departemen Pertanian, Bp. Mahendra Siregar, Wakil Menteri Perdagangan, Bp.Tridjoko Wisnu Murti (moderator), Bp. Sulistiyanto, Ketua II GKSI Jawa Timur, dan Bp. A. Sabana, Ketua Asosiasi Industri Pengolahan Susu (AIPS)

 

“Indonesia mempunyai potensi untuk mengurangi ketergantungannya terhadap bahan baku susu impor dengan meningkatkan produksi susu segar lokal. Peternakan sapi perah yang berkelanjutan merupakan cara untuk mencapai tujuan tersebut, dan memberikan keuntungan tambahan dengan menciptakan manfaat untuk masyarakat pedesaan” ujar Mahendra Siregar – Wakil Menteri Perdagangan Republik Indonesia. Dalam lokakarya ini, Mahendra Siregar menjelaskan arahan, strategi dan kebijakan pemerintah untuk mendukung pengembangan persusuan yang berkelanjutan.

Lokakarya dengan tema "Pengembangan Persusuan yang Berkelanjutan", mengumpulkan perwakilan dari pemerintah pusat termasuk Mahendra Siregar, dan pemerintah provinsi Jawa Timur termasuk Wakil Gubernur H. Saifullah Yusuf serta wakil dari koperasi susu, dan industri pengolahan susu, akademia, para pakar, sektor swasta dan Lembaga Swadaya masyarakat. Mereka berbagi ide dan pemikiran sehingga bersama dapat menciptakan kemitraan yang saling menguntungkan untuk membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas persusuan di Indonesia. Hal mana akan bermanfaat bagi pengembangan ekonomi di pedesaan dan kondisi kehidupan petani sapi perah.

Arshad Chaudhry, Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia menjelaskan: “Lokakarya ini merupakan tindak lanjut dari World Economic Forum Asia Timur yang diadakan di Jakarta bulan Juni lalu, dimana Nestlé telah mengulangi komitmennya untuk mengembangkan pertanian yang berkelanjutan dan juga merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding) yang ditandangani oleh Nestlé Indonesia dengan Pemerintah Propinsi Jawa Timur pada bulan Juni yang lalu di Geneva yang dihadiri oleh Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden Republik Indonesia”.

Nota Kesepahaman tentang “Pengembangan Persusuan Yang Berkelanjutan di Jawa Timur”, akan ditindak lanjuti dengan kerja sama antara pemerintah provinsi Jawa Timur dan Nestlé untuk pengembangan persusuan yang berkelanjutan di propinsi Jawa Timur, guna meningkatkan produksi susu segar untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku susu impor.

Lokakarya Pengembangan Kakao yang Berkelanjutan di Indonesia

Lokakarya ini mengumpulkan perwakilan dari pemerintah pusat seperti Benny Wahyudi, Dirjen Agro Industri Kementerian Perindustrian RI; wakil dari Pemerintah Provinsi termasuk Gubernur Provinsi Sulawesi Selatan Syahrul; Yasin Limbo dan Sekretaris Daerah Sulawesi Barat; Aksan Djaluddin serta para pemangku kepentingan kakao lainnya mulai dari industri pengolahan kakao, akademia, sektor swasta dan Lembaga Swadaya Masyarakat untuk saling berbagi ide dan pemikiran sehingga bersama dapat menciptakan kemitraan yang saling menguntungkan untuk membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao di Indonesia. Hal mana akan bermanfaat bagi pengembangan ekonomi di pedesaan dan kondisi kehidupan petani kakao.

Pada kesempatan ini, Nestlé Indonesia meluncurkan program kemitraan publik dan swasta dengan para pemangku kepentingan kakao yang berkelanjutan di Indonesia. Program ini merupakan bagian dari program Nestlé di seluruh dunia bernama “The Cocoa Plan” yang akan membantu para petani untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas tanamannya. Program tersebut berfokus pada kegiatan membantu petani lewat pelatihan dan pendampingan, keahlian tanaman, rantai pasokan (supply chain) dan peningkatan kondisi kehidupan. Beberapa lembaga yang termasuk mitra program tersebut termasuk Pusat Pengembangan Kopi dan Kakao disingkat (Puslitkoka), PT Petra Foods, Armajaro, Swiss Contact dan pemerintahan daerah setempat. Diharapkan bahwa lewat Kemitraan “The Cocoa Plan”, sekitar 10,000 petani kakao dapat meningkatkan produktivitas pertanian mereka paling sedikit sebesar 30% hingga 2015.

‘The Cocoa Plan’

‘The Cocoa Plan’ merupakan program Nestlé untuk membantu para petani kakao di seluruh dunia untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil produksi, dan dapat meningkatkan kondisi kesehatan dan meningkatkan kondisi kehidupan dan kesejahteraan bagi masa depan yang lebih cerah bagi pertanian kakao.

Kegiatan ‘ The Cocoa Plan’ memiliki fokus sebagai berikut:
1. Membantu petani – kegiatannya berfokus pada pemberian bantuan teknis tentang praktek pertanian yang efisien untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas cocoa; serta membantu petani membentuk kelompok usaha tani mandiri.
2. Keahlian tanaman – Pusat Penelitian dan Pengembangan Nestlé di Tours, Perancis telah mengalihkan teknologi dalam ilmu pertanaman kepada para mitranya di seluruh dunia. Salah satu kemitraan yang sudah berlangsung adalah pengalihan teknologi In Vitrio mass propagation kepada Puslitkoka. Pengalihan teknologi tersebut memungkinkan Puslitkoka untuk mendukung GERNAS KAKAO lewat pemberian 70,000 tanaman kakao.
3. Supply Chain – ‘The Cocoa Plan’ akan memfasilitasi sub stasiun di pertanian rakyat, melaksanakan transparansi harga sepanjang mata rantai pasokan; dan memberikan harga premium bagi produk yang berkualitas.
4. Kondisi kehidupan dan Kesejahteraan – ‘The Cocoa Plan’ akan mengembangkan program untuk membantu masyarakat sesuai kebutuhan setempat dan berfokus kepada gizi, air dan pembangunan pedesaan.

Nestlé yakin bahwa untuk mencapai kesuksesan perusahaan dalam jangka panjang serta menciptakan manfaat bagi para pemegang saham, kami harus menciptakan manfaat bagi masyarakat luas. Kami menamakan pendekatan ini Creating Shared Value (Menciptakan Manfaat Bersama) atau disingkat CSV, yang merupakan bagian dari strategi bisnis Nestlé. Keinginan Nestlé yaitu melihat keberlanjutan kerja sama diantara para pemangku kepentingan termasuk para petani, sehingga kita semua dapat menang, terlebih lagi bagi para petani agar dapat mempunyai kondisi kehidupan yang lebih baik melalui pembangunan pedesaan yang berkelanjutan.

Untuk keterangan lebih lanjut mengenai The Cocoa Plan, Silakan klik www.thecocoaplan.com