Tips interview untuk memperbesar peluang mendapatkan pekerjaan

wawancara kerja

Apa yang sebaiknya dilakukan?

Yang penting percaya diri

Perusahaan penyedia kerja seperti Nestlé Indonesia akan mencari kamu yang tidak cuma punya potensi kompetensi tinggi, tapi juga punya rasa percaya diri untuk mewakili nama besar perusahaan dengan kinerja terbaikmu. Jadi, saat wawancara, coba tunjukan cukup kepercayaan dirimu dengan sikap yang positif, namun jangan sampai berkesan sombong.

Tampil gaya dan tetap professional

Buat perusahaan global seperti Nestlé, kami akan menilai baik penampilanmu yang rapih. Tapi apabila kamu tahu cara tampil profesional dengan gaya, sudah tentu kamu akan mencuri perhatian pewawancaramu. Agar tetap terlihat profesional, coba kenakan pakaian yang santun dan tidak berlebihan, namun tetap nyaman dan gaya sesuai dengan kepribadianmu.

Jadi pendengar yang baik

Memang, kamu akan menjawab beberapa pertanyaan dan harus menceritakan tentang dirimu di sebuah sesi wawancara. Namun jangan lupa untuk memberi kesempatan pewawancaramu untuk bicara juga. Kamu tidak akan pernah tahu, insight apa saja yang bisa kamu dapat dan bisa kamu manfaatkan untuk memaksimalkan sesi wawancaramu.

Cari tahu lawan bicaramu

Akan sangat bermanfaat ketika kamu mengetahui informasi lebih mengenai perusahaan, atau bahkan orang yang akan mewawancaraimu. Ketika dihubungi sebuah perusahaan, tanyakan nama lengkap orang yang akan mewawancaraimu agar kamu bisa kepoin orang yang bersangkutan menggunakan akses internetmu, dan seusai wawancara, jangan lupa untuk meminta kartu namanya.

Berbicara singkat dan jelas

Untuk menghindari penjelasan yang bertele-tele, kuasai informasi yang sudah kamu cantumkan pada Curiculum Vitae-mu. Saat berbicara, kamu tidak perlu berteriak, tapi pastikan saja artikulasimu jelas dan suaramu terdengar dengan baik.

Apa yang sebaiknya dihindari?

Bersikap tidak sopan

Jangan samakan lawan bicara di sesi wawancaramu dengan teman dekatmu dan langsung berbicara dengan gaya bahasa yang tidak formal atau menunjukkan gestur malas-malasan. Berbicara santai boleh saja, tapi tetap santun. Saat wawancara, ekspektasi sebuah perusahaan adalah kemampuanmu untuk bersikap profesional.

Menjawab atau menjelaskan dengan asal-asalan

Menjawab atau menjelaskan sesuatu yang tidak sesuai dengan apa yang ditanyakan akan menimbulkan kecurigaan pewawancara. Selanjutnya kami akan berandai-andai, sebenarnya kamu menguasai bidangmu atau tidak, dan memutuskan untuk tidak melanjutkan wawancaramu ke tahap selanjutnya.

Tidak melakukan persiapan

Pewawancara akan bisa menilai saat kamu tidak mencari tahu latar belakang perusahaan penyedia kerja atau tidak mengetahui informasi dasar posisi lowongan yang kamu minati. Ingat, kamu bukan satu-satunya pelamar. Perusahaan sudah tentu akan memilih mereka-mereka yang datang dengan persiapan lebih matang.

Overselling

Jangan sombong! Tidak ada perusahaan profesional yang menginginkan calon pegawai yang arogan. Kalau kamu memang kompeten di bidangmu, potensi dan prestasimu akan berbicara dengan sendirinya.

Tidak tampil bersih dan representatif

Coba bayangkan berbicara dengan seseorang yang tampil berantakan dan bahkan bau. Ini skenario yang cukup jarang kami temui sebagai penyedia kerja. Tapi untuk memastikan saja, menghadiri sesi wawancara dengan tidak rapi dan bersih adalah hal yang tidak oke!

Terlambat

Ini adalah budaya negatif yang tidak akan ditolerir oleh perusahaan mana pun, termasuk kami di Nestlé Indonesia. Kecuali ada keadaan darurat, apabila kamu sampai telat datang ke sebuah sesi wawancara, sudah bisa dipastikan kami tidak akan mempertimbangkanmu lebih lanjut.