Back to all stories
2 minutes read

Nestlé Indonesia menggunakan 100 persen biji kopi Lampung yang dibeli langsung dari para petani lokal sebagai bahan baku untuk memproduksi NESCAFÉ di pabrik kami di Panjang, Lampung. Tidak hanya itu, biji kopi yang dihasilkan oleh para petani kopi di Lampung juga diekspor dan digunakan oleh pabrik Nestlé di negara-negara lain.

Penyediaan akses ke pasar hingga ke tingkat global merupakan salah satu komitmen kami bagi komunitas petani kopi. Kemitraan Nestlé Indonesia dengan petani kopi lokal berawal pada 1994, saat Nestlé membentuk tim AgriService yang berdedikasi untuk membantu meningkatkan produktivitas dan kualitas biji kopi yang dihasilkan petani rakyat.

Melalui tim AgriService, Nestlé Indonesia turut menggagas pembentukan Kelompok Usaha Bersama (KUB) pertama di Desa Ngarip, Lampung. Keberadaan KUB memungkinkan para petani untuk menjual langsung biji kopi yang mereka hasilkan ke pabrik Nestlé. Selain itu, tim AgriService memberikan berbagai pelatihan tentang praktik-praktik pertanian kopi yang baik dan berkelanjutan. Berbagai upaya ini berbuah manis saat para petani mitra Nestlé di Lampung berhasil meningkatkan produktivitas hingga melebihi angka rata-rata petani kopi nasional.

Pada 2012, program global NESCAFÉ Plan diluncurkan di Indonesia, yang mempertegas komitmen kami untuk mendukung produksi kopi yang bertanggung jawab dan memastikan keberlanjutan pertanian kopi di masa depan. Melalui program ini, ratusan sekolah lapang telah didirikan untuk menyediakan pelatihan dan pendampingan bagi ribuan petani kopi.

Saat ini, Nestlé bekerja sama dengan sekitar 20.000 petani kopi di Lampung, dan melalui pendampingan dan berbagai pelatihan, lebih dari 18.000 di antaranya kini telah tervalidasi 4C (Common Code for the Coffee Community). Ini berarti bahwa lebih dari 18.000 petani kopi di Lampung telah menerapkan praktik-praktik pertanian kopi yang berkelanjutan termasuk segala aspeknya.

Nestlé percaya bahwa kemitraan dengan pemangku kepentingan yang tepat merupakan kunci untuk dapat memperluas dampak positif. Kami bekerja sama dengan Pusat Penelitian Kopi dan Kakao (PUSLITKOKA) Jember untuk mencari dan menyeleksi bibit kopi unggul. Bibit-bibit kopi ini kemudian disalurkan kepada para petani untuk membantu upaya peremajaan kebun kopi yang telah berumur dan menurun produktivitasnya.

Selain itu, untuk membantu para petani kopi mengelola pendapatan mereka dengan lebih baik, Nestlé juga membuka akses perbankan dan pendanaan bagi mereka, melalui kolaborasi dengan program layanan keuangan terhubung TCASH – BTPN Wow!. Melalui layanan ini, para petani dapat mengakses produk keuangan terhubung serta berbagai layanan finansial dengan biaya rendah, termasuk pinjaman dana untuk meningkatkan produktivitas mereka.

Hubungan kemitraan yang terjalin antara Nestlé dengan para petani kopi merupakan cerminan dari keyakinan kami bahwa keberlanjutan perusahaan sangat bergantung pada keberlanjutan pasokan bahan baku yang berkualitas; dan bahwa untuk dapat mencapai sukses dalam jangka panjang, masyarakat di sekitar kami juga harus sejahtera.