Nestlé Indonesia CSV Forum 2014

Feb 19, 2014
Nestlé Indonesia CSV Forum 2014
CSV SEBAGAI UPAYA BERSAMA: Bisnis berperan penting untuk membantu mengatasi isu ketahanan pangan.

"Di Nestlé, kami percaya bahwa agar perusahaan dapat sukses dan menciptakan manfaat untuk para pemegang saham, perusahaan juga perlu menciptakan manfaat bagi masyarakat. Inilah yang kami maksudkan dengan menciptakan manfaat bersama atau Creating Shared Value. Ini telah menjadi salah satu hal mendasar bagi Nestlé dalam melakukan kegiatan bisnisnya selama 147 tahun terakhir," kata Arshad Chaudhry, Presiden Direktur Nestlé Indonesia pada CSV Forum 2014 yang dilaksanakan di Jakarta kemarin. "Dalam jangka panjang, masyarakat yang sehat, ekonomi yang sehat dan prestasi perusahaan yang sehat akan saling mempengaruhi."

Sudah saatnya bagi para pemimpin bisnis, organisasi masyarakat, pemerintah dan akademisi di Indonesia untuk bersama-sama meningkatkan upaya dalam praktik-praktik pertanian berkelanjutan dan keberlanjutan air yang merupakan satu-satunya jalan untuk menjamin keberlanjutan lingkungan serta ketahanan pangan, ujar para pakar dalam forum tersebut. Para pakar mengidentifikasi pelestarian air dan praktik pertanian berkelanjutan sebagai isu keberlanjutan yang paling mendesak untuk diatasi di Indonesia guna memastikan keberlanjutan lingkungan dan ketahanan pangan di tengah semakin meningkatnya populasi, isu kesejahteraan, urbanisasi serta dampak perubahan iklim.

John Elkington, seorang pakar terkemuka di bidang tanggung jawab perusahaan dan pembangunan berkelanjutan mengatakan, "Kita semua tentu sadar bahwa perekonomian global telah mendekati batas ketersediaan sumber daya alam, sementara populasi dunia terus tumbuh berlipat-lipat.” John Elkington melanjutkan, "Cara terbaik untuk menyikapinya adalah dengan bersama-sama mengambil langkah besar menuju tatanan ekonomi baru yang menggabungkan aspek lingkungan, sosial dan pemerintah melalui model bisnis berkelanjutan.

Panel pertama dari forum ini membahas tentang pentingnya praktik-praktik pertanian yang berkelanjutan bagi pembangunan pedesaan dan upaya peningkatan berkelanjutan. Meningkatnya produktivitas dan kualitas produksi dapat turut membantu untuk meningkatkan kesejahteraan para petani dan meningkatkan kegiatan perekonomian di pedesaan. Hingga tahun 2012, Nestlé telah bekerja sama dengan 50.000 petani susu, kopi dan kakao dalam memberikan bantuan teknis maupun finansial sehingga mereka dapat memanfaatkan lahan, air, pupuk dan pestisida dengan cara-cara yang tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Panel kedua menekankan pada keberlanjutan air dan menggarisbawahi pentingnya mengatasi permasalahan air global. "Di Nestlé, kami berkomitmen untuk menjaga keberlanjutan air di sepanjang mata rantai usaha kami dengan cara menghemat penggunaan air, mengelola kualitas air limbah dan secara aktif mencari berbagai cara dan usaha untuk melestarikan air. Upaya ini berhasil menurunkan penggunaan air sekitar 13% produksi per ton pada 2010 hingga 2012. Teknologi yang digunakan juga memungkinkan kami menggunakan kembali air untuk membersihkan alat dan menyalurkan air limbah untuk mengairi sawah di sekitar area pabrik," kata Arshad Chaudhry.

Dukungan aktif Nestlé dalam menjaga keberlanjutan air dapat dibuktikan melalui keterlibatan perusahaan dalam CEO Water Mandate Working Group of the UN Global Compact – Indonesia network. Dukungan ini terbukti dengan penggunaan air yang efisien di pabrik-pabrik Nestlé, serta pembuatan lubang biopori dan penanaman ribuan pohon oleh para karyawan Nestlé untuk penyerapan air hujan yang lebih baik. "Sangat penting bagi kami untuk membantu masyarakat mendapatkan akses air bersih melalui kegiatan CSV kami, dan pada saat yang bersamaan menciptakan kesadaran akan pentingnya keberlanjutan air," Arshad Chaudhry menyimpulkan.

Laporan CSV Nestlé Indonesia 2013 juga turut diluncurkan pada forum tersebut. Laporan tahun ini berfokus pada upaya-upaya Nestlé untuk menjaga keberlanjutan lingkungan melalui kegiatan-kegiatan pelestarian dan keberlanjutan air.

Baca lebih lengkap Laporan CSV Nestlé Indonesia 2013 (pdf, 5.6MB).