Nestlé Healthy Kids Membantu Mengatasi Epidemi Beban Ganda Malnutrisi Melalui Edukasi Akan Gizi Baik, Aktivitas Fisik, dan Kebersihan Diri

To Press Releases listJakarta,Apr 22, 2014

Nestlé Healthy Kids Membantu Mengatasi Epidemi Beban Ganda Malnutrisi Melalui Edukasi Akan Gizi Baik, Aktivitas Fisik, dan Kebersihan Diri

Selasa, 22 April 2014 – Nestlé berkolaborasi dengan Perhimpunan Nutrisi Indonesia and Asosiasi Internasional Federasi Atletik – Pusat Pengembangan Regional (IAAF – RDC) berupaya mendorong penerapan gaya hidup sehat dan aktif bagi anak-anak guna mengatasi epidemi beban ganda malnutrisi.

“Berdasarkan Laporan WHO tahun 2009, minimnya aktivitas fisik dan obesitas merupakan dua dari lima faktor yang menimbulkan risiko kematian,” ujar Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc dari Perhimpunan Nutrisi Indonesia dalam sebuah panel diskusi yang merupakan bagian dari acara Malam Apresiasi Nestlé Healthy Kids hari ini. “Oleh karena itu, kami perlu menegaskan pentingnya gizi baik dan aktivitas fisik yang rutin untuk hidup yang sehat. Kami juga menemukan adanya hubungan antara nutrisi dan aktivitas fisik terhadap prestasi akademik seorang anak,” tambahnya.

Karena pentingnya temuan tersebut, Cukup Pahalawidi, M.Or dari organisasi atletik IAAFRDC mengemukakan perlunya gaya hidup sehat dan aktif untuk diajarkan sejak usia dini. “Namun, kita harus kreatif ketika berbicara dengan anak-anak. Kita harus dapat mencari cara untuk memotivasi mereka, dan menghadirkan metode-metode yang mampu merangkul para anak seperti metode permainan, kompetisi serta latihan sirkuit agar dapat menarik perhatian mereka.

Pentingnya gaya hidup sehat dan aktif ini mendorong Nestlé untuk menjadikan aktivitas gerak sebagai fokus program Nestlé Healthy Kids di tahun 2013. Hal ini pula yang kemudian melatarbelakangi kerja sama mereka dengan IAAFRDC. Fokus ini juga dilihat sebagai suatu upaya mengatasi epidemi beban ganda malnutrisi.

“Hasil survey Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2010 mengungkap maraknya epidemi beban ganda malnutrisi diantara anak-anak umur 6-12 tahun dimana 4,6% tergolong sangat kurus, 7.6% tergolong kurus dan 9.2% memiliki kelebihan berat badan,” papar Dr. dr. Saptawati Bardosono, M.Sc. “Epidemi tersebut membuat para anak memiliki resiko tinggi terhadap penyakit degeneratif seperti diabetes, tekanan darah tinggi, serta penyakit jantung ketika nanti mereka dewasa,” lanjutnya. “Bahkan, permasalahan kesehatan ini dapat berpotensi menjadi beban sosio-ekonomi bagi keluarga dan layanan kesehatan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.”

“Melalui program Nestlé Healthy Kids, sebanyak 57 sekolah dasar dari 13 provinsi di Indonesia diberikan pengetahuan mendalam mengenai asupan nutrisi seimbang, aktivitas fisik, dan kebersihan diri, sebagai bagian dari misi Nestlé untuk mewujudkan masyarakat Indonesia yang lebih sehat,” ujar Nur Shilla Christianto, Head of Corporate Communication PT Nestlé Indonesia.

Fokus Nestlé Healthy Kids terhadap aktivitas fisik ini merupakan sebuah upaya untuk menghadapi tren gaya hidup banyak anak saat ini, terutama di wilayah perkotaan, yang menghabiskan sebagian besar waktunya bermain dengan gawai (gadget) mereka, tanpa menyeimbangkannya dengan gaya hidup yang aktif. Oleh karena itu, dengan mengajak para guru dan sekolah untuk menjadi kreatif dalam merancang berbagai macam permainan olahraga bagi murid-muridnya, Nestlé Healthy Kids bersama IAAFRDC turut mengajak anak-anak untuk memulai hidup yang lebih sehat.

Panel diskusi tersebut kemudian akan dilanjutkan dengan dua sesi workshop mengenai “Jajanan anak sekolah dan pentingnya membaca label kemasan” oleh Kepala Survailan dan Penyuluhan Keamanan Pangan BPOM Drs. Halim Nababan, MM dan “Kesehatan lingkungan di sekolah” oleh Donal Simanjuntak, SKM, M.Kes, Kepala Seksie Standarisasi Sub Direktorat Penyehatan Pemukiman dan Tempat-tempat Umum.

Rangkaian acara tersebut kemudian ditutup dengan penyerahan penghargaan bagi para guru dan sekolah yang yang telah merancang dan mengimplementasikan program-program paling kreatif dan berdampak luas. Terdapat empat kategori penghargaan, yaitu (i) Program regular/gizi, (ii) Program tematik/aktivitas fisik, (iii) Keterlibatan pemangku kepentingan sekolah, dan (iv) Pegiat Nestlé Healthy Kids.

“Penghargaan kami sampaikan kepada para guru dan sekolah yang telah menjalankan berbagai program yang dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik untuk kesehatan dan masa depan anak-anak kita,” papar Nur Shilla Christianto.

Sejak pertama dimulai tahun 2010, Nestlé Healthy Kids telah mengembangkan programnya dari 7 sekolah di 3 provinsi menjadi 57 sekolah di 13 provinsi di seluruh Indonesia pada tahun 2013. Program tersebut kini telah menjangkau hampir 25.000 murid sekolah dasar dan 1.349 guru dalam membantu mengatasi epidemi beban ganda malnutrisi.

“Nestlé Healthy Kids program merupakan bagian dari kegiatan Creating Shared Value atau Menciptakan Manfaat Bersama kami. Di Nestlé, kami percaya bahwa agar perusahaan dapat sukses dalam jangka panjang dan menciptakan manfaat untuk para pemegang saham, perusahaan juga perlu menciptakan manfaat kepada masyarakat. Kami percaya bahwa edukasi merupakan media perubahan yang efektif untuk dapat membantu anak memahami manfaat dari pemenuhan nutrisi dan aktivitas fisik sepanjang hidup mereka,” Shilla menyimpulkan.



Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Nur Shilla Christianto
Head of Corporate Communication
PT Nestlé Indonesia
Tel: +6221 7883 6000 ext. 1510, Fax: +6221 7883 6054
email: nestle.indonesia@id.nestle.com