Tingkatkan Upaya Keberlanjutan Melebihi Kepatuhan, Nestlé Akhiri Tahun dengan Tiga Penghargaan Baru

To Press Releases listJakarta,Des 12, 2014

Komitmen dalam menjalankan upaya-upaya keberlanjutan melebihi kepatuhan (beyond compliance) telah membawa Nestlé untuk kembali meraih tiga penghargaan bergengsi minggu ini.

Pabrik Kejayan di Jawa Timur dianugerahi penghargaan Indonesia Green Company Award 2014 untuk praktik-praktik keberlanjutan dan inovasi dalam acara malam apresiasi yang diselenggarakan SWA, Swanetwork dan yayasan KEHATI di Jakarta (11/12).

“Melebihi kepatuhan terhadap hukum nasional, standar internasional serta Prinsip-Prinsip Bisnis Nestlé, kami beroperasi dengan cara sedemikian rupa agar dapat menjaga lingkungan bagi generasi mendatang,” papar Arshad Chaudhry, Presiden Direktur Nestlé Indonesia.

"Di Nestlé, pandangan ini telah membawa kami kepada berbagai inovasi seperti memanfaatkan kembali air sisa proses evaporasi yang dilakukan pada proses produksi susu bubuk guna mengurangi konsumsi air. Air tersebut akan digunakan untuk proses produksi lebih lanjut di pabrik serta mengairi sawah-sawah yang berada di sekitar lokasi pabrik."

Dengan demikian, Pabrik Kejayan berhasil mengurangi penggunaan air hingga 22%, konsumsi energi hingga 39% dan emisi CO2 serta limbah padat hingga 20% dalam kurun waktu lima tahun terakhir.

Nestlé Indonesia secara konsisten meningkatkan upaya-upaya di bidang keberlanjutan guna memastikan bahwa kehadiran perusahaan dapat menciptakan manfaat tidak hanya untuk para pemegang saham, tetapi juga lebih penting lagi, bagi masyarakat luas.

“Di Nestlé, kami percaya bahwa agar perusahaan dapat meraih sukses dalam jangka waktu panjang, ia juga harus menciptakan manfaat bagi para pemangku kepentingannya,” ujar Arshad Chaudhry. “Kami menyebut hal ini sebagai Creating Shared Value (CSV), suatu prinsip yang penting bagi bisnis kami.”

Penghargaan PROPER Kategori Hijau untuk Ketiga Kalinya

Minggu lalu (2/12), Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya Bakar juga menunjuk Pabrik Kejayan sebagai salah satu pemenang Penghargaan PROPER Kategori Hijau untuk yang ketiga kalinya sejak 2010. Hal ini menegaskan bahwa Nestlé telah berhasil memenuhi kriteria untuk aplikasi sistem pengelolaan lingkungan, efisiensi sumber daya dan energi, 3R–mengurangi, memanfaatkan kembali, mendaur ulang atau reduce, reuse, recycle, penghematan air serta pengelolaan air limbah dan pemberdayaan masyarakat.

Kementerian Lingkungan Hidup melalui PROPER, atau Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan, menilai berbagai perusahaan dalam kategori Hitam atau Merah untuk yang tidak taat, Biru untuk yang taat, dan Hijau atau Emas untuk kriteria penilaian aspek lebih dari yang dipersyaratkan (beyond compliance).

Standar Pelaporan Keberlanjutan yang Berkualitas

Untuk meningkatkan upaya Nestlé lebih jauh lagi, Arshad Chaudhry mengatakan, salah satu cara untuk memastikan suatu bisnis dapat terus berkelanjutan adalah dengan mematuhi standar pelaporan yang berkelanjutan. Hal tersebut dapat memacu level manajemen untuk terus menggabungkan konsep keberlanjutan ke dalam strategi bisnis perusahaan dan membangun akuntabilitas melalui komunikasi yang transparan.

Pada bulan Februari tahun ini, Nestlé meluncurkan laporan CSV terbarunya dalam acara Nestlé Indonesia CSV Forum 2014. Dalam laporan tersebut, Nestlé berbagi praktik-praktik terbaik dalam bidang keberlanjutan, terutama dalam memastikan keberlanjutan air, termasuk program pengelolaan air limbah, biopori, serta penggunaan air hujan di Pabrik Karawang, Jawa Barat.

Komitmen tersebut serta kualitas laporan yang diberikan telah mengantarkan Nestlé meraih peringkat ketiga untuk laporan berkelanjutan atau Best Sustainability Reporting 2014 kategori Manufaktur dalam acara malam penghargaan Sustainability Reporting Award (SRA) awal minggu ini di Jakarta (10/12).

“Melalui laporan ini, kami harap Nestlé dapat menginspirasi lebih banyak lagi pemangku kepentingan terkait untuk berkomitmen terhadap keberlanjutan lebih dari yang disyaratkan,” kata Arshad Chaudhry.

“Seluruh komitmen kami dalam keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarat merupakan cerminan kepercayaan kami bahwa dalam jangka waktu yang panjang, lingkungan, masyarakat, perekonomian, dan kinerja bisnis yang sehat akan saling menguatkan,” simpulnya.



Untuk informasi lebih lanjut, silakan hubungi:
Nur Shilla Christianto
Head of Corporate Communication
PT Nestlé Indonesia
email: nestle.indonesia@id.nestle.com