Sort results by
Sort results by

Waste Management:

Apa dan Bagaimana Cara Menerapkannya di Kehidupan Sehari-hari?
waste management strategi tepat pengelolaan sampah
Daya beli serta kesejahteraan masyarakat yang kian meningkat merupakan beberapa tanda dari kondisi ekonomi yang baik pada suatu negara, tidak terkecuali Indonesia. Namun, secara bersamaan, hadirnya kondisi baik ini juga membawa konsekuensi lainnya, yakni permasalahan sampah yang sekarang telah menjadi tantangan dunia.

Maka dari itu, diperlukan kerjasama dalam melakukan waste management yang melibatkan semua pihak, termasuk Anda sekalian sebagai anggota masyarakat.

Apa Itu Waste Management Sebenarnya?

Istilah waste management mengacu pada segala upaya atau tindakan untuk mengelola sampah sebelum mencapai Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Meskipun TPA selama ini menjadi solusi dalam mengatasi sampah, padahal keberadaan TPA dapat menimbulkan dampak negatif, yaitu pencemaran.

Beberapa tindakan yang termasuk dalam upaya waste management, antara lain 3R, yakni mendaur ulang sampah (recycle), mengurangi produksi sampah (reduce), serta menggunakan kembali barang yang kualitasnya masih layak (reuse).

Project STOP

Nestlé Indonesia juga memiliki impian untuk turut membantu menjaga kebersihan perairan Indonesia dengan bergabung menjadi bagian dari Project STOP sebagai salah satu partner. Project STOP merupakan organisasi yang fokus pada upaya pengelolaan limbah agar tidak mencemari lautan. Rangkaian kegiatan yang telah dilakukan berjalan selama 3 tahun dan meliputi pengembangan sistem pembuangan serta pembuatan fasilitas pengelolaan sampah (material recovery facility). Adapun wilayah yang menjadi target dari program ini, yakni 26 desa yang tersebar di wilayah Kecamatan Lekok dan Kecamatan Nguling di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur.

PRAISE, Aliansi untuk Mendukung Penerapan Waste Management di Indonesia

Meski istilah waste management terbilang sederhana, bentuk penerapan konsep ini pada kenyataannya akan berbeda-beda ketika dilakukan setiap pihak. Untuk Nestlé Indonesia, misalnya, penerapan terealisasi dalam berbagai program yang mendukung sistem keberlanjutan atau sustainability.

Salah satu contohnya adalah melalui dibentuknya PRAISE (Packaging and Recycling Alliance for Indonesia Sustainable Environment) yang diprakarsai oleh Nestlé Indonesia dan merupakan kerjasama dengan Coca-Cola, Indofood, Unilever, Danone, serta Tetra Pak.

Tak hanya itu saja, aliansi ini juga turut bekerjasama dengan Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi Republik Indonesia (Kemenko Marves RI) serta didukung oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Lewat aliansi ini, Nestlé Indonesia berupaya untuk melahirkan solusi yang efektif dalam penanganan masalah ekosistem dan pengelolaan sampah. Sebagai wujud dari upaya ini, Nestlé Indonesia bersama PRAISE mengadakan berbagai program di setiap tahunnya, termasuk aksi BERSIH yang diadakan pada 19 Februari 2017 silam atau berdekatan dengan Hari Peduli Sampah Nasional, 21 Februari 2017. Aksi yang dilakukan meliputi kegiatan bersih-bersih, olahraga bersama, dan aktivitas lainnya untuk meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya menjaga lingkungan hidup.

Sustainable Packaging, Produk Nestlé Indonesia Menggunakan Kemasan yang Berkelanjutan

Selain turut membentuk PRAISE, PT Nestlé Indonesia juga menunjukkan komitmennya dalam menjaga lingkungan dengan menganut konsep sustainability dalam memproduksi produk-produknya. Bukti nyata ini diharapkan dapat mendorong masyarakat dan berbagai pelaku daur ulang di sektor informal dapat menerapkan 3R (Recycle, Reduce, and Reuse) dengan lebih mudah.

Perlu diketahui, hal ini juga diterapkan oleh perusahaan Nestlé di seluruh dunia dan bukan hanya dalam ranah regional saja. Nestlé sebagai brand memenangkan peringkat pertama pada daftar Dow Jones Sustainability Index (DJSI) pada tahun 2016. Nestlé secara global berupaya melanjutkan komitmen ini dengan membuat semua kemasan produk Nestlé dapat didaur ulang, digunakan kembali, serta menggunakan ⅓ lebih sedikit plastik virgin (plastik baru dan bukan merupakan hasil daur ulang) pada tahun 2025 nanti.

Setiap Individu Dapat Menerapkan Waste Management

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, waste management merupakan kerjasama yang harus dilakukan oleh setiap pihak, termasuk Anda sebagai konsumen. Pasalnya, tidak dapat dipungkiri bahwa kegiatan kita sehari-hari memiliki dampak langsung pada lingkungan hidup, misalnya pemilihan produk untuk dikonsumsi, kebiasaan membuang sampah, serta keterlibatan dalam pendauran ulang sampah.

Menurut Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, sejak 2021 terdapat peningkatan sekitar 36% dalam besaran sampah rumah tangga selama satu tahun belakangan. Untuk itu, cobalah untuk melakukan kegiatan waste management dari rumah, seperti:

  • Menghindari penggunaan kantong plastik
    Sejak 1 Juli 2020, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melarang penggunaan kantong plastik sekali pakai yang tidak ramah lingkungan di seluruh pusat perbelanjaan. Alhasil, para pembeli jadi harus menggunakan alternatif lain, seperti tas belanja pribadi yang terbuat dari kain dan bisa digunakan berulang kali. Apabila pusat perbelanjaan yang Anda kunjungi lalai dalam penerapan kebijakan ini, pastikan Anda terus bijak dan disiplin dalam menggunakan tas belanja berbahan kain.

  • Membeli produk dengan bahan plastik lebih sedikit
    Pernah mendengar pepatah “You are What You Consume”? Pepatah ini sejatinya menjelaskan tentang produk yang kita pilih menentukan peran kita dalam menjaga lingkungan. Artinya, semakin sedikit bahan plastik yang ada di produk yang kita pilih, maka akan semakin kecil pula kontribusi kita pada pencemaran lingkungan.

  • Mendonasikan atau menggunakan kembali barang lama
    Sebelum memutuskan untuk membuang barang, perhatikan kembali kondisi barang tersebut. Jika barang tersebut masih dalam keadaan yang baik dan layak, jangan ragu untuk menggunakannya kembali. Namun, bila Anda tidak membutuhkannya lagi, donasi juga bisa menjadi salah satu pilihan yang bijak.

  • Memperhatikan jenis sampah yang akan Anda buang
    Secara umum, terdapat tiga jenis sampah, antara lain sampah organik, anorganik, dan sampah dengan bahan beracun dan berbahaya (B3). Untuk jenis sampah yang organik, yang bisa dilakukan adalah pembuatan pupuk kompos.

    Kemudian, untuk sampah anorganik, tindakan yang paling bijak adalah mendaur ulang dan menggunakan kembali barang yang masih layak. Anda pun juga bisa menemukan nilai dan mencari peluang bisnis dalam pengolahan limbah anorganik itu sendiri.

    Sementara untuk jenis yang terakhir, pastikan Anda memisahkannya pada tempat yang berbeda dari jenis lain dan menghubungi pihak pengelola limbah agar dapat pembuangan sampah B3 dapat ditangani secara berhati-hati dan bijak.

Demikian penjelasan singkat tentang apa itu waste management dan bentuk implementasinya oleh berbagai pihak. Kesimpulannya, dibutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak guna mengurangi timbulan sampah yang tidak terkelola dengan baik secara signifikan. Jadi, jangan ragu untuk memulai upaya waste management dari rumah dan lingkungan pribadi Anda sendiri.