Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.

Koalisi Air Indonesia: Ketahanan Air untuk Masa Depan Indonesia

Member of Koalisi AIr Indonesia
Ke daftar Siaran Pers
Tantangan yang berkembang untuk memastikan ketersediaan air yang berkelanjutan untuk mendukung kesejahteraan dan perekonomian masyarakat, serta pelestarian lingkungan di Indonesia kian mendesak. Dalam mewujudkan upaya penatalayanan air dan pengelolaan sumber daya air berkelanjutan, Yayasan Konservasi Alam Nusantara (YKAN) bersama dengan Yayasan Aliansi Wali Sumber Daya Air Indonesia (AWS Indonesia) memprakarsai Koalisi Air Indonesia. Wadah kemitraan multipihak untuk penatalayanan air dan pengelolaan sumber daya air berkelanjutan melalui aksi kolektif di tingkat Daerah Aliran Sungai (DAS) ini resmi diluncurkan pada Jumat, 29 Januari 2021, di Jakarta.

Peresmian secara virtual dilakukan dengan penandatanganan kesepakatan bersama para mitra, yang terdiri atas Yayasan Konservasi Alam Nusantara, Yayasan Aliansi Wali Sumber Daya Air Indonesia, PT Coca-Cola Indonesia, Global Water Partnership Southeast Asia, PT L’Oréal Indonesia, PT Multi Bintang Indonesia, PT Nestlé Indonesia, PT Tirta Investama (Danone Indonesia), dan PT Unilever Indonesia, Tbk.

Koalisi Air Indonesia mendorong aksi kolektif yang sejalan dengan tata kelola air wilayah setempat, termasuk penerapan standar keberlanjutan (Standar Internasional Alliance for Water Stewardship) dan penerapan praktik terbaik yang mendukung pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan.

“Tantangan-tantangan terkait air saat ini bukan hanya masalah satu pemangku kepentingan saja. Kita semua menderita akibat berkurangnya ketersediaan air, banjir, polusi, dan perubahan iklim. Selama pandemi COVID-19, akses terhadap air bersih menjadi garis pertahanan pertama. Sebagai promotor Standar Internasional Alliance for Water Stewardship, kita tahu bahwa untuk mengatasi tantangan-tantangan terkait air dan membangun ekonomi yang lebih tangguh serta berkelanjutan, kita perlu bekerja sama. Untuk melindungi ekonomi, masyarakat dan lingkungan kita,” terang Basja Jantowski, Direktur Yayasan Aliansi Wali Sumber Daya Air Indonesia.

“Itu sebabnya, kita perlu melibatkan dan bekerja sama dengan seluruh pemangku kepentingan untuk menyelesaikan masalah air secara berkelanjutan di Indonesia serta menciptakan solusi yang bersifat holistik dan terpadu, dengan memperhatikan fungsi ekosistem untuk mendukung kebutuhan sosial dan ekonomi masyarakat. Kerja sama dengan pemerintah kabupaten dan provinsi, swasta, serta masyarakat perlu dilakukan untuk melindungi dan mengelola sumber daya air di Indonesia secara berkelanjutan,” tambah Ratih Loekito, Direktur Development dan Marketing Yayasan Konservasi Alam Nusantara.

Upaya kolaboratif
Aksi kolaboratif ini pun mendapat sambutan hangat dari mitra korporasi yang kini telah bergabung dalam Koalisi Air Indonesia. “Kami menyadari kompleksitas isu ketersediaan air bersih, oleh karenanya kolaborasi adalah upaya penting untuk mencapai tujuan berkelanjutan,” ujar Ika Noviera, Corporate Affairs Director PT Multi Bintang Indonesia.

Hal ini juga disetujui Debora Tjandrakusuma, Director Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia, “Di Nestlé, kami memiliki komitmen jangka panjang untuk melakukan pengelolaan air secara bertanggung jawab guna memastikan keberlanjutan air untuk generasi mendatang. Kami bekerja sama dengan para pemangku kepentingan melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan efisiensi penggunaan air serta melindungi sumber daya air. Kami berharap dengan hadirnya koalisi air ini, kita dapat bekerja sama mendukung terciptanya keberlanjutan sumber daya air di Indonesia."

Kesadaran untuk menjaga ketersediaan air secara berkelanjutan memang telah menjadi bagian dari strategi operasional mitra korporasi. Hal ini juga menjadi komitmen dari Danone Indonesia, yang dalam proses operasionalnya berusaha menjaga siklus air dengan tidak mengambil air lebih dari kemampuan alam mengembalikan secara alami. “Berkolaborasi dengan para pihak, kami berkomitmen untuk memberikan dampak positif atas air serta menjaga keseimbangan alam,” tegas Karyanto Wibowo, Director Sustainable Development Danone Indonesia.

Hal serupa ditekankan oleh Nurdiana Darus, Head of Corporate Affairs and Sustainability PT Unilever Indonesia, Tbk. “Unilever Indonesia sangat senang bisa bergabung dalam koalisi ini. Permasalahan air bersih di Indonesia adalah hal besar, perhatian dan kolaborasi lintas sektor adalah kunci penting untuk bisa mengatasinya. Pledge yang kami lakukan hari ini sangat sejalan dengan ‘Unilever 2030 Water Commitment’ yang secara global telah kami luncurkan pada tahun 2020. Terdapat tiga fokus dalam komitmen tersebut, yaitu merancang produk biodegradable, menerapkan water stewardship program, dan membangun ketahanan pengelolaan air,” ujarnya.

Saat ini, YKAN dan AWS Indonesia sedang melakukan studi awal di tiga DAS (Daerah Aliran Sungai) di Jawa Barat untuk mengkaji risiko dan peluang terkait air di beberapa DAS terpilih. Koalisi Air Indonesia juga akan menjalin kerja sama dengan pemerintah dan instansi terkait untuk mengembangkan rencana pengelolaan sumber daya air berkelanjutan yang selaras dengan tujuan bersama dari para pemangku kepentingan.

Menerapkan sistem keanggotaan terbuka dan tidak bersifat mengikat, pihak swasta, lembaga swadaya masyarakat, organisasi kemasyarakatan, perguruan tinggi dan lembaga penelitian serta organisasi lain dapat bergabung dalam Koalisi Air Indonesia selama memilki kesamaan visi dan misi. Sebuah aksi untuk mewujudkan keharmonisan alam dan manusia; air untuk kini, air untuk esok hari.