Sort by
Sort by

Program Penyuluhan Terpadu untuk Masa Tumbuh Kembang Anak Usia Emas yang Lebih Optimum

Para peserta amat antusias dalam kegiatan permainan yang mengulas seputar pengetahuan dasar gizi bagi anak di bawah tiga tahun.

Hingga saat ini, Pos Pelayanan Terpadu (POSYANDU) masih merupakan media utama bagi penanganan gizi balita dan ibu di sebagian besar wilayah di Indonesia, dengan para kader dan relawan PKK sebagai ujung tombaknya, yang hingga kini mencapai 250.000 POSYANDU di seluruh Indonesia.

Sebagai sebuah usaha swadaya masyarakat, peningkatan kualitas kader pun merupakan hal yang sangat penting karena pengetahuan para ibu tentang kesehatan, terutama asupan gizi bayi mereka sangat ditentukan oleh kualitas para kader. Kebiasaan untuk menghentikan pemberian susu begitu anak berhenti minum ASI, misalnya, banyak dijumpai di masyarakat, sebagian besar disebabkan oleh ketidaktahuan para ibu tentang pentingnya masa keemasan - usia anak satu hingga tiga tahun- yang cukup menentukan perkembangan anak, selain juga karena faktor persepsi yang cenderung menempatkan susu sebagai produk yang tidak terjangkau.

Masa keemasan anak baik dari sisi kecukupan gizi maupun rangsangan psikologis orangtua dan lingkungannya akan mempengaruhi pertumbuhan anak tersebut. Inilah yang mendasari kami melakukan kegiatan Nestlé DANCOW Batita - Tumbuh Aktif Tanggap(TAT), pada tahun 2008, di Sumatera Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur, Yogyakarta, dan Jawa Tengah, yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas pengetahuan para kader PKK yang menjadi relawan di POSYANDU dan para ibu dari anak dalam usia keemasan, tentang pentingnya memberi susu setelah pemberian ASI.

Tema Tumbuh Aktif Tanggap sengaja dipilih untuk mengelompokkan beragam aktivitas, agar dapat diterima secara efsien. Dalam kelompok aktivitas TUMBUH peserta akan mendapatkan penyuluhan dan layanan konsultasi tentang pengetahuan nutrisi dasar dan perkembangan Batita.Dalam kelompok AKTIF, mereka terpapar pada kegiatan simulasi untuk merangsang aktivitas batita melalui permainan bersama ibu. Dan, dalam kelompok aktivitas TANGGAP, dilakukan penyuluhan dan konsultasi seputar merangsang perkembangan psikososial anak.

TAT dilakukan dalam dua bentuk: TAT reguler, yaitu kunjungan tim kami selama setengah hari ke PUSKESMAS/ POSYANDU untuk memberikan penyuluhan, konsultasi dan simulasi TAT kepada para peserta; dan TAT Big Bang Event, dalam satu lokasi yang cukup luas, dilakukan sehari penuh dengan khalayak yang jauh lebih banyak dan dilengkapi dengan aneka permainan bagi anak yang sesuai dengan kebutuhan mereka diusianya.

Sejumlah 50.000 orang ibu-ibu dan kader dari 330 POSYANDU telah menjadi peserta kegiatan ini. Sedangkan TAT Big Bang Event telah kami lakukan sebanyak lima kali di masing-masing wilayah dengan jumlah mencapai 10.000 orang.