Nestlé bantu lindungi dan pulihkan hutan di Asia Tenggara

Rimba Collective

Hari ini Nestlé mengumumkan dukungannya untuk perlindungan dan pemulihan lebih dari 500.000 hektar bentang alam hutan tropis di Asia Tenggara melalui peluncuran Rimba Collective, inisiatif sektor swasta terbesar untuk perlindungan hutan.

Program ini dikembangkan oleh Lestari Capital yang bekerja sama dengan mitra pendirinya, termasuk Nestlé, PepsiCo, Procter & Gamble dan Wilmar.  Lestari Capital merupakan suatu perusahaan yang menghubungkan pasar dengan pelestarian – yang mendanai kegiatan di rantai pasok melalui mekanisme yang beretika dan efisien, untuk mendukung penyesuaian akan sistem pasar yang lebih adil.

Rimba Collective melengkapi upaya-upaya industri minyak kelapa sawit untuk mengakhiri penggundulan hutan dengan mendanai proyek-proyek pelestarian dan pemulihan hutan sepanjang rantai pasok.  Inisiatif ini ditujukan pada investasi-investasi  pelestarian hutan yang secara bersamaan mendukung perlindungan hutan, serta pengembangan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja untuk komunitas setempat.

“Kami mengerti bahwa menanggapi masalah penggundulan hutan di rantai pasok minyak kelapa sawit tidak cukup.  Untuk dapat memberikan dampak jangka panjang yang bermakna, kami berubah dari  strategi tidak ada penggundulan hutan, menjadi ‘positif untuk hutan’,” ujar Benjamin Ware, Global Head of Sustainable Sourcing and Climate Delivery, Nestlé. “Ini berarti kami akan membeli dari pemasok yang secara aktif melakukan pelestarian dan pemulihan hutan-hutan, dan mempromosikan penghidupan yang berkelanjutan dan menghormati hak asasi manusia.”

“Keterlibatan kami di Rimba Collective memungkinkan kami untuk mempercepat upaya-upaya proaktif kami dalam melindungi hutan dan lahan gambut serta hak asasi manusia. Hal ini merupakan pilar yang penting untuk mencapai komitmen kami, yaitu net-zero emisi gas rumah kaca pada 2050,” tambahnya.

Inisiatif ini pada awalnya akan berfokus pada proyek-proyek di Indonesia sebelum diperluas ke negara lain di Asia Tenggara. Proyek-proyek diprioritaskan berdasarkan potensinya untuk melindungi dan memulihkan daerah-daerah yang luas, kelanjutan ekosistem alami dan habitat kritis. Prioritas yang lain mencakup penciptaan manfaat ekosistem yang terukur (seperti menjaga karbon lebih banyak di tanah, pemurnian air and perbaikan kesehatan tanah) dan mendukung kehidupan komunitas setempat  yang lebih tangguh.  Semua proyek akan diverifikasi oleh pihak ketiga.

Silahkan baca siaran pers Rimba Collective

Silakan baca strategi ‘forest positive’ Nestlé