Sort by
Sort by

Melestarikan Lingkungan dan Pembangunan Pedesaan

Nestlé telah dan terus melakukan langkah-langkah penting dalam mengurangi dampak negatif atas lingkungan untuk memperbaiki keberlanjutan operasi dalam jangka panjang. Selain berbagai pendekatan inovatif untuk meningkatkan efisiensi produksi dan kualitas produk, kami juga menggunakan beragam upaya terbaik dan teknologi terkini untuk menjaga lingkungan hidup. Inisiatif dalam penghematan energi dan air adalah elemen kunci dalam komitmen kami untuk menciptakan lingkungan hidup yang berkesinambungan.

Penegakan komitmen di atas telah diakui oleh otoritas lingkungan hidup, yaitu Kementerian Negara Lingkungan Hidup dengan didapatnya penghargaan PROPER peringkat Hijau untuk Pabrik Kejayan di tahun 2010. Hal ini berarti bahwa kinerja lingkungan pabrik tersebut bukan hanya telah memenuhi seluruh regulasi, melainkan juga melampaui persyaratan yang diatur dalam peraturan perundang-undangan. Selain itu, tak ada satupun pelanggaran dalam aspek lingkungan yang dituduhkan kepada Nestlé sehingga tidak ada sanksi keuangan selama periode pelaporan.

Pembangkit Listrik dan Uap Gabungan

Energi, dalam bentuk uap dan tenaga listrik, merupakan bagian penting bagi kelangsungan proses produksi kami. Hingga pertengahan tahun 2008, di Pabrik Kejayan, Jawa Timur, masih menggunakan alat penghasil uap dan pembangkit listrik konvensional yang menggunakan dua jenis bahan bakar minyak, yaitu Heavy Fuel Oil (HFO) dan Light Fuel Oil (LFO) atau yang kerap disebut sebagai diesel. Sebagai bagian dari perencanaan jangka panjang untuk lebih menghemat pemakaian energi dan mengurangi emisi hasil efek rumah kaca, maka kami memutuskan untuk menggunakan generator gabungan (cogeneration plant) yang memakai gas alam untuk menggantikan bahan bakar minyak.

Di dalam pembangkit tenaga gabungan ini, gas alam dimasukkan ke dalam sebuah turbin gas untuk menggerakkan generator yang menghasilkan tenaga listrik. Uap panas yang dihasilkan kemudian digunakan lagi untuk menghasilkan uap yang selanjutnya digunakan dalam proses produksi. Dengan menggunakan energi dari turbin gas dan generator uap, dapat dihasilkan pengurangan penggunaan bahan minyak bumi hingga 24%. Di tahun 2010, setelah generator tersebut dipakai, konsumsi energi tercatat sebesar 6,86 GJ/ton produk. Dari konsumsi energi tersebut, sejumlah 0,4 ton emisi langsung dan 0,09 ton emisi tak langsung dihasilkan oleh setiap ton produk.

Penggunaan generator gabungan ini telah terbukti menguntungkan dalam hal penghematan energi dan dampaknya pada lingkungan. Dibandingkan dengan bahan bakar minyak, gas alam menghasilkan lebih sedikit gas karbondioksida, yang merupakan penyumbang terbesar pada efek rumah kaca. Karena LFO menghasilkan CO2 sebesar 74,1 kg/GJ, HFO memiliki emisi 77,4 kg/GJ, sementara gas alam hanya 56,1 kg/GJ, maka penggantian LFO dan HFO dengan gas alam telah membuat pengurangan dalam emisi. Secara garis besar, penggantian tersebut telah mengurangi jumlah CO2 sebesar 30% dibandingkan sebelum generator gabungan dipergunakan.

Inisiatif lain yang juga sangat bermanfaat dalam menghemat energi adalah pemanfaatan ampas kopi (spent ground) di Pabrik Panjang di Lampung sebagai bahan bakar untuk boiler.

Pengelolaan Air

Bertahun-tahun sebelum perlindungan dan pelestarian alam menjadi perhatian publik, Nestlé telah memfokuskan diri pada pengelolaan air yang bertanggung jawab. Telah menjadi komitmen kami untuk senantiasa melestarikan keberadaan air sumur. Air terutama digunakan untuk menghasilkan uap, menara pendingin dan juga sebagai pembersih.

Untuk menghasilkan uap, air dipanaskan di dalam sebuah pemanas. Uap ini kemudian digunakan untuk proses pemanasan dan terjadi kondensasi menjadi air. Air kondensasi ini kemudian dikembalikan ke dalam generator uap dan digunakan kembali sebagai penghasil uap. Dengan prosedur ini maka kami dapat menghemat penggunaan air.

Susu segar yang dihasilkan oleh peternak masih berupa cairan. Untuk menghasilkan susu bubuk, maka diperlukan proses pemisahan air dari susu padat, melalui proses yang dinamakan evaporasi. Setelah dikondensasi, air yang biasa kami sebut sebagai cows water ini dikumpulkan dalam sebuah tangki terpisah yang kemudian digunakan kembali untuk keperluan membersihkan alat-alat. Air ini juga digunakan untuk menambah kekurangan air sebagai akibat proses evaporasi di dalam menara pendingin.

Dari praktik yang kami upayakan tersebut, pada tahun 2010 total air yang seluruhnya berasal dari air tanah yang digunakan adalah sebesar 1.185.471 m3. Dari jumlah ini, 5,8 m3 air digunakan untuk menghasilkan 1 ton produk dan, total air yang dikeluarkan (water discharge) adalah 855.738 m3.