Sort by
Sort by

CSV di Nestlé

Nestlé sesungguhnya adalah ‘laboratorium’ di mana konsep CSV ditemukan, lalu diformulasikan. Foundation Strategy Group (FSG) adalah konsultan yang dipergunakan Nestlé untuk meninjau bagaimana Nestlé menjalankan strategi bisnis sekaligus CSR-nya. Hasilnya adalah pengetahuan mendalam mengenai bagaimana Nestlé menggunakan seluruh value chain-nya untuk memperoleh manfaat bagi perusahaan serta pemangku kepentingannya. Value chain Nestlé, secara sederhana dapat diringkas menjadi tiga komponen besar: Agriculture and sourcing; Manufacturing and distribution, serta Product and consumers. Secara konsisten Nestlé selalu memikirkan bagaimana komponen itu bisa menyumbang perwujudan CSV, yaitu melalui dampak rantai usaha (value chain impacts), konteks pertumbuhan (context for growth), manfaat untuk Nestlé (value for Nestlé) dan manfaat untuk masyarakat (value for society). Misalnya, dalam komponen Agriculture and sourcing, yang dinyatakan sebagai dampak rantai nilai adalah praktik pembelian yang menekankan pada kualitas dan keberlanjutan serta riset dan pengembangan untuk meningkatkan hasil panen para pemasok. Konteks untuk pertumbuhan di sini adalah pengembangan pertanian dan pemasok, yang meliputi transfer teknologi, peningkatan kapasitas petani, serta kemitraan untuk pertanian dan kesejahteraan petani). Nestlé dengan jelas menunjukkan bahwa masalah-masalah dalam masyarakat yang hendak dibantunya adalah gizi, air dan pembangunan pedesaan. Dengan dukungan riset dan pengembangan untuk menghasilkan produk bergizi, masyarakat dapat menikmati pilihan produk dengan harga terjangkau, dan Nestlé memiliki posisi pasar yang bagus. Dengan pengelolaan air yang baik, masyarakat bisa terpenuhi kebutuhannya dan Nestlé juga terjamin keperluan air dalam proses produksinya. Sementara, dengan pembangunan pedesaan Nestlé bisa berkontribusi dalam peningkatan kesejahteraan petani dan menjamin pasokan bahan bakunya.

Untuk informasi lebih klik disini Nestle Indonesia Creating Shared Value Report 2011.pdf