Sort by
Sort by

Tumbuh Sehat dengan Susu dan Buah bagi Anak Sekolah Dasar

Para siswi salah satu SDN di Bogor mendapatkan tambahan makanan sehat berupa segelas susu dan buah.

Pemberian gizi yang baik pada usia dini dapat membantu meningkatkan kesehatan dan kemampuan belajar anak-anak. Nestlé bekerja sama dengan Yayasan Emmanuel, sebuah lembaga swadaya masyarakat yang mengkhususkan diri di pendidikan anak-anak sekolah dasar di Bogor, Jawa Barat, memberikan pendidikan tentang hidup sehat dan gizi, dengan harapan mereka dapat menyebarluaskannya di rumah dan di lingkungan sekitarnya, dan melanjutkan kebiasaan hidup sehat ini sehingga mereka beranjak dewasa.

Kebiasaan mengonsumsi makanan sehat, kami perkenalkan melalui pemberian minuman susu Nestlé IDEAL dan buah-buahan selama tiga kali seminggu terhadap murid sebuah SDN yang menjadi sekolah pilot kegiatan ini. Sedangkan sebuah SDN lain, sebagai sekolah pembanding, tidak mendapatkan asupan ini.

Hasil kegiatan yang dimulai pada bulan Januari 2008 ini memberikan indikasi bahwa asupan gizi yang lebih baik dapat meningkatkan kualitas para murid, baik dalam hal akademis maupun angka kehadiran di kelas. Para guru mengakui bahwa pemberian asupan gizi yang teratur meningkatkan daya konsentrasi para murid di kelas. Murid-murid terlihat lebih ceria dan semangat dalam melakukan aktivitas di kelas. Paparan anak pada rasa susu dan buah-buahan juga menjadikan mereka lebih terbuka pada pilihan-pilihan baru makanan ringan untuk mereka. Sudah barang tentu, ini merupakan sebuah pertanda baik, karena memperkenalkan makanan bergizi kepada anak-anak sebagai makanan ringan sehat bukanlah perkara mudah.

Para siswi salah satu SDN di Bogor mendapatkan tambahan makanan sehat berupa segelas susu dan buah.

Bersama beberapa mitra kami, kami ingin terus berupaya memperbaiki asupan gizi dan memperkenalkan pola hidup sehat sejak dini, sehingga akan semakin banyak anak-anak Indonesia yang menerima asupan gizi lebih baik dan memahami dengan benar arti hidup sehat. Di tahun 2009, kami menerapkan program serupa di 15 Sekolah Dasar menjangkau kurang lebih 3.000 murid.