Sort results by
Sort results by

Gizi 101:

Pengetahuan wajib bagi setiap orang tua
Gizi 101

Status gizi merupakan kondisi kesehatan seseorang yang dipengaruhi oleh asupan zat gizi yang seimbang.

Dari data Pemantauan Status Gizi tahun 2015 yang berasal dari Direktorat Gizi Masyarakat, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) pada bulan Maret 2016, ditemukan bahwa 3 dari 10 anak usia balita di bawah 5 tahun di Indonesia mengalami stunting akibat malnutrisi atau kekurangan gizi.

Berdasarkan data dari Global Nutrition Report, Indonesia menjadi salah satu negara yang memiliki tiga permasalahan gizi, yakni overweight (obesitas), stunting (pendek), dan wasting (kurus). Ditambah lagi status gizi anak-anak di Indonesia cenderung berisiko tinggi terkena penyakit kronis saat mereka dewasa nanti.

Kemenkes RI menyarankan agar setiap anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang sejak dua tahun pertama kehidupan. Bila sejak periode ini anak sudah memperoleh asupan gizi yang baik bisa mengurangi masalah kesehatan saat dewasa, seperti penyakit diabetes, strok, hipertensi, jantung, dan kegemukan.
Dengan memenuhi kebutuhan gizi anak sejak dini juga sangat baik untuk mendukung kualitas hidup, daya kognitif anak dan status gizi yang baik. 

Maka dari itu, pemberian asupan gizi yang tepat dan sesuai usia anak sangatlah penting karena memiliki pengaruh yang besar bagi proses tumbuh dan kembang anak. Jadi, setiap orang tua perlu mencari tahu soal apa saja zat-zat gizi yang diperlukan anak, sehingga bisa menyediakan menu makanan yang bergizi dan menerapkan kebiasaan pola makan yang sehat dalam keluarga.

Cara Membiasakan Anak Makan Bergizi Seimbang

Salah satu dilema yang dialami banyak orang tua, yakni membiasakan anak mengonsumsi makanan yang bergizi seimbang. Banyaknya jajanan yang belum jelas asal usul kandungannya sering dipilih anak karena rasanya yang gurih dan lezat di lidah mereka. 
Salah satu cara membiasakan anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang, yakni dengan membentuk rutinitas sehari-hari. Hal yang perlu diperhatikan orang tua juga perlu memberikan contoh perilaku hidup sehat. Hal ini sejalan dengan yang disarankan oleh World Health Organization (WHO), jika anak membentuk kebiasaannya karena melihat dan meniru orang tuanya.  
Di bawah ini ada beberapa cara yang bisa dilakukan orang tua untuk membiasakan anak mengonsumsi makanan bergizi seimbang.

  1. Membiasakan sarapan setiap hari. Sarapan bersama bukan hanya bisa memberi asupan gizi yang cukup untuk mendukung proses tubuh, tetapi bisa memunculkan semangat untuk menjalani hari. Bila dari kecil anak sudah dibiasakan sarapan, saat ia besar nanti tidak melupakan sarapan di mana pun ia berada.
    Sebagai informasi, sarapan yang bergizi seimbang membantu memenuhi 15-30% kebutuhan total energi per hari dan membantu menunjang produktivitas sepanjang hari. Idealnya sarapan terdiri dari serealia utuh, protein, sayuran dan buah serta susu.
    Biasakan makan bersama. Sesibuk apapun usahakan untuk menyempatkan makan bersama baik saat sarapan atau makan malam. Dengan makan bersama bukan hanya sebagai ajang untuk berkumpul anggota keluarga, Anda juga bisa sekaligus mengajarkan tata cara makan yang tepat dan memperkenalkan berbagai jenis makanan yang bergizi untuk dikonsumsi sehari-hari.
  2. Saat membuat makanan atau menyiapkan hidangan bisa ajak si Kecil untuk membantu. Berilah beberapa tugas kecil untuknya. Bila anak sudah lebih besar, Anda bisa ajarkan beberapa masakan sederhana. Coba biarkan anak jadi koki sehari dan menyiapkan lauk pauk untuk makan hari itu.
  3. Biasakan untuk mengunyah makanan dengan benar. Ajarkan anak untuk mengunyah makanan secara perlahan. Bukan hanya untuk kesehatan, tapi sebagai cara menikmati setiap suapan yang masuk dalam mulutnya.
  4. Ajarkan anak untuk mengenali dan memahami tubuhnya sendiri. Apakah tubuhnya sudah merasa kenyang atau belum. Tubuh yang terlalu kekenyangan juga tidak baik. Dampingi anak dan arahkan untuk belajar pegang kendali terhadap seberapa banyak ia akan makan sesuatu.
  5. Anak Anda kurang suka buah dan sayur? Jangan mudah menyerah dan terus mencoba memberikan makanan tersebut dalam menu hariannya, ya! Teruslah mencoba cara-cara baru untuk memancing rasa tertarik dan ingin tahu anak terhadap buah dan sayur maupun makanan sehat lainnya. Anda bisa bercerita soal makanan bergizi, mengajak anak berbelanja bahan makanan, mengajak untuk membuat makanan bergizi, memberi tahu soal manfaat dari makanan-makanan tersebut, dan lain-lain. 
  6. Pastikan juga untuk membiasakan anak mengonsumsi air putih setiap hari dan membatasi asupan gula sehari-hari. 
  7. Dalam menentukan makanan yang akan dikonsumsi anak, salah satunya dengan memperhatikan informasi gizi yang ada di label kemasan produk. Dengan begitu, Anda bisa memberikan  produk yang berkualitas, bergizi dan sehat, serta bermanfaat bagi anak.


Komitmen Nestlé Dukung Anak Hidup Lebih Sehat

Selama 154 tahun menemani konsumen di berbagai negara di dunia Nestlé sebagai perusahaan yang bergerak dalam industri makanan dan minuman selalu berupaya menghadirkan produk berkualitas. Hal ini semua dilakukan demi meningkatkan kualitas hidup demi masa depan yang lebih sehat untuk anak Indonesia.

Sebagai bentuk konkret, Nestlé membuat program Nestlé Dukung Anak Lebih Sehat. Nestlé Dukung Anak Lebih Sehat ini merupakan program berskala global yang memiliki tujuan untuk memberikan edukasi kepada orang tua dan pengasuh (dalam hal ini guru dan orang dewasa di sekitar anak) untuk membantu 50 juta anak di dunia agar menjalankan hidup yang lebih sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi seimbang dan beragam, aktif bergerak dan pola hidup sehat lainnya.

Di Indonesia, program ini sudah ada sejak 2010 dan sudah menjangkau banyak siswa di berbagai daerah. Sudah banyak sekolah-sekolah mitra Nestlé Dukung Anak Lebih Sehat yang memiliki program untuk mendukung kesehatan para siswa, mulai dari kegiatan rutin sarapan bersama maupun kantin sehat.