Sort results by
Sort results by

Inisiatif Nestlé Dalam Pengolahan Limbah yang Ramah Lingkungan

inisiatif nestle dalam pengolahan limbah yang ramah lingkungan
Ketersediaan sumber alam semakin hari kian terbatas. Tak hanya itu, populasi dunia yang terus bertambah juga menjadi penyebab terjadinya perubahan iklim secara global setiap tahun. Hal ini membuat banyak pihak harus bahu membahu melakukan langkah yang lebih ramah lingkungan.

Salah satu penyebab terjadinya perubahan iklim adalah perusahaan industri, dimulai dari memastikan operasional bisnisnya tidak menimbulkan dampak negatif bagi lingkungan. Maka dari itu, banyak dari pihak perusahaan industri yang sudah menerapkan model bisnis yang lebih ramah lingkungan. Nestlé sebagai perusahaan makanan dan minuman yang sudah beroperasi 154 tahun berkomitmen menjaga lingkungan hidup dengan berbagai upaya, baik dari upaya pengelolaan limbah produksi dan air pada operasional bisnis.

Salah satunya adalah melakukan program zero waste di setiap kegiatan operasionalnya. Di akhir 2016, sudah ada 182 pabrik Nestlé di seluruh dunia yang berhasil melakukan zero waste untuk melakukan pembuangan limbah. Nestlé berupaya tidak melakukan pembuangan bahan makanan dan menggunakan semua material, baik lewat pemulihan energi atau sistem penggunaan by-product dengan cara baru.

Maksud dari by-product adalah memanfaatkan atau melakukan pemulihan kembali material yang sudah meninggalkan pabrik dengan berbagai metode, seperti kompos, daur ulang, atau pembakaran yang dapat memproduksi energi kembali.

Nestlé Indonesia pun juga tak ketinggalan ikut berupaya melakukan operasional yang ramah lingkungan. Salah satu contohnya adalah dengan memastikan keberlanjutan air melalui partisipasi dalam program Indonesia Water Mandate Working Group (IWMWG) yang dipelopori oleh Indonesia Global Compact Network (IGCN).

Dalam upaya ramah lingkungan ini, Nestlé Indonesia melakukan kampanye tentang pentingnya upaya bersama untuk menyelesaikan masalah suplai air bersih di Indonesia.

Nestlé Indonesia menggunakan teknologi Membrane Bio-reactor dalam unit pengolahan limbah cair (Waste Water Treatment Plant – WWTP). Jika sudah diolah, air limbah menjadi aman bagi lingkungan dan bisa dimanfaatkan kembali untuk menyirami tanaman di lingkungan pabrik dan juga membersihkan area-area non-produksi.

Pencapaian yang Diraih oleh Nestlé dengan Mengolah Limbah

Nestlé Indonesia melalui Pabrik Panjang berhasil meraih penghargaan Lampung Sustainability Award (LSA) tiga tahun berturut-turut 2016-2018. Berkat sebuah inisiatif berupa program zero waste to landfill (memastikan tidak ada sampah yang berakhir di TPA). Salah satu bentuk program tersebut adalah melakukan pengelolaan limbah organik pabrik untuk pakan ikan lele yang diolah oleh masyarakat setempat.

Berkat tindakan tersebut membuat Pabrik Panjang mampu memperoleh penghargaan LSA dalam kategori tertinggi Keberlanjutan. Penghargaan tersebut diberikan oleh Gubernur Lampung sebagai bentuk apresiasi bisnis terhadap program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan dan memberikan dukungan terhadap pengembangan keberlanjutan.

Nestlé Indonesia juga sudah berhasil menyabet beberapa tahun gelar Penghargaan Industri Hijau sejak 2013. Pada tahun 2017 Nestlé Indonesia kembali mendapat Penghargaan Industri Hijau untuk yang kelima kalinya. Selain itu, pabrik yang ada di Karawang, Kejayaan, dan Panjang mendapatkan penghargaan dengan level tertinggi.

Pabrik Kejayan juga berhasil memperoleh sertifikat Industri Hijau dari Kementerian Perindustrian karena berhasil menjadi pabrik pengolahan susu bubuk pertama di Indonesia yang mampu memenuhi persyaratan untuk standar industri hijau. Persyaratan tersebut meliputi pemakaian air, energi, dan bahan baku secara bertanggung jawab.

Proses produksi yang dijalankan juga ramah lingkungan yang meliputi pengemasan, kualitas produk, pengelolaan limbah, dan emisi karbon dioksida.

Hal yang membanggakan lainnya dari Nestlé Indonesia terkait kegiatan ramah lingkungan yang dilakukan dalam proses produksinya, yakni memperoleh Penghargaan Indonesia Green Companies. Penghargaan ini diperoleh karena Nestlé Indonesia sebagai perusahaan secara konsisten menjalankan prinsip keberlanjutan dengan berlandaskan tiga pilar yaitu Profit, People, and Planet (3P).

Penilaian yang diberikan terhadap Nestlé Indonesia meliputi seluruh kegiatan operasional yang telah dilakukan di ketiga pabrik, Pabrik Kejayan, Pabrik Panjang, dan Pabrik Karawang.

Bukan hanya itu, Nestlé Indonesia juga berhasil duduk di peringkat kedua dari tujuh perusahaan yang juga menerima penghargaan ini. Keberhasilan ini diraih karena Nestlé Indonesia menerapkan standar kualitas yang tinggi dan memperhatikan kehidupan para petani, mulai dari kesehatan hingga edukasi mereka.

Penghargaan Indonesia Green Companies 2017 ini berhasil diraih berkat sejumlah program keberlanjutan lingkungan yang telah dijalankan, salah satunya pada 2016, jumlah limbah berhasil dikurangi sebesar 68,22% dan berhasil menghemat penggunaan air sebanyak 9,85%, yang disertai dengan tindakan penyelamatan sumber mata air sejak 2010, melalui kegiatan 70.000 penanaman pohon.

Masih banyak lagi kegiatan operasional yang dilakukan oleh Nestlé yang mendukung kampanye ramah lingkungan. Ke depannya, Nestlé akan terus secara konsisten melakukan upaya kegiatan ramah lingkungan dan melakukan inovasi terbaru untuk menghadirkan berbagai produk yang berkualitas bagi masyarakat yang ada di dunia dan memberikan kontribusi bagi lingkungan.