Sort by
Sort by

MILO School Competition

Presiden Direktur Nestle Indonesia berbincang 

MILO SCHOOL COMPETITION : TURUT MAJUKAN BULUTANGKIS SATU DEKADE

Pada tanggal 16 Februari 2011, Nestlé Indonesia mencanangkan MILO School Competition , satu-satunya kompetisi bulutangkis beregu antar Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Indonesia yang pada tahun 2011 ini telah memasuki satu dekade (10 tahun) penyelenggaraannya dan telah turut memberi andil dalam regenerasi atlet dan permasalahan bulutangkis di Indonesia, dengan diikuti lebih dari 22 ribu murid SD dan SMP di 20 kota Indonesia.

MILO School Competition merupakan salah satu bukti komitmen jangka panjang Nestlé dalam turut memajukan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat, sejalan dengan strategi Nestlé dalam gizi, kesehatan dan keafiatan.

“Kami bangga dapat turut ambil bagian dalam pembinaan bulutangkis di Indonesia, sebagai salah satu cabang olahraga favorit," demikian Arshad Chaudhry, Presiden Direktur PT Nestlé Indonesia. “Kami percaya bahwa melalui olahraga, termasuk bulutangkis ini, anak-anak Indonesia juga sekaligus belajar nilai-nilai kehidupan seperti pantang menyerah, kerjasama tim, sportifitas dan percaya diri,” tambahnya.

Tahun ini MILO School Competition kembali diselenggarakan dengan mengundang 3.500 murid SD dan SMP di lima kota; Jakarta (16-21 Februari 2011), Batam (Kepulauan Riau) (22-27 Februari), Gresik (15-20 Maret), Samarinda (28 Maret-2 April), dan Pontianak (11-16 April 2011), dengan memperebutkan Piala Taufik Hidayat sebagai piala bergilir sejak 2006, serta hadiah uang pembinaan dan hadiah mengikuti pelatihan khusus di TH (Taufik Hidayat) Training Camp, Jakarta, selama dua minggu.

 

Untuk Pembinaan Bulutangkis, Murid-Murid Butuh Banyak Turnamen

Ketua Bidang Kompetisi dan Perwasitan Pengurus Besar PBSI (Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia) Mimi Irawan mengatakan, PBSI sangat terbantu oleh MILO School Competition ini. "Kami berterima kasih kepada MILO atas dukungannya selama 10 tahun ini, karena telah turut membantu memasalkan bulutangkis dan menemukan bibit-bibit nasional. Tidak banyak turnamen untuk usia mereka, padahal mereka perlu jam terbang untuk meningkatkan kualitas permainanya.”

Sementara Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Dr. H. Taufik Yudi Mulyanto, mengatakan, “Kami memberikan apresiasi yang sangat besar kepada MILO, ini membuktikan keseriusan MILO selama satu dekade untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia yaitu melalui olah raga bulutangkis.” Taufik menambahkan turnamen ini membawa dampak yang positif dikalangan pelajar karena bisa secara berdampingan membangun prestasi intelektual dan olahraga.

Sejumlah atlet nasional yang kini berlaga di berbagai sirkuit maupun kejuaraan internasional pernah tercatat sebagai juara MILO School Competition, seperti Tommy Sugiarto (juara 2003) dan Febby Angguni (juara 2004). Tommy Sugiarto yang kini menjadi atlet profesional setelah beberapa tahun menghuni Pelatnas PBSI Cipayung mengatakan, “Saya bersyukur telah mengikuti MILO School Competition karena membantu saya beradaptasi mengikuti kompetisi sejak dini di sekolah." Sementara juara MILO School Competition 2010, Jonatan Christie, pada tahun yang sama menjuarai ANA Badminton Asia Youth U15 Championship di Chiba, Jepang.

Sementara juara dunia tunggal putra 2005, Taufik Hidayat yang juga Duta MILO School Competition mengungkapkan, selama 10 tahun MILO School Competition telah membawa banyak hal positif. “ MILO School Competition sangat membantu mencari atlet bulutangkis Indonesia masa depan karena kompetisi ini memberi kesempatan kepada setiap anak, tidak hanya yang tergabung dalam klub bulutangkis,” ujar Taufik Hidayat. Menurutnya, jika tidak ada kejuaraan yang dikhususkan untuk sekolah, rasanya sulit bagi seseorang yang memiliki bakat untuk bisa mengembangkan teknik permainannya dan merasakan kerasnya berkompetisi.

 

Liputan

Sebanyak 37 murid putera dan puteri yang menjuarai kompetisi bulutangkis beregu antar SD dan SMP di Jakarta, Batam, Samarinda, Gresik dan Pontianak mulai Februari hingga April lalu, ambil bagian dalam Grand Final MILO School Competition 2011. Kompetisi ini merupakan salah satu bukti komitmen jangka panjang Nestlé Indonesia dalam turut memajukan olahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Hasil dari pertandingan final pada 8 Juni lalu adalah Abdi Muin dari SMPN 8 Balikpapan dan Sarah Cristin dari SMP Yadika 2 Jakarta yang tampil sebagai juara nasional tunggal putera dan tunggal puteri.

 

Nutrisi Ilmiah MILO

MILO adalah minuman cokelat berenergi pilihan anak-anak karena rasanya yang lezat, dan juga pilihan para ibu karena MILO mengandung nutrisi yang didasarkan pada studi ilmiah, yaitu Protomalt dan Actigen-E.

Protomalt adalah kombinasi karbohidrat kompleks dan karbohidrat sederhana sehingga memiliki kandungan nutrisi yang lebih baik sekaligus merupakan sumber energi yang mudah dan cepat diserap tubuh sehingga dapat langsung digunakan sebagai sumber energi untuk aktivitas fisik maupun mental. Sedangkan Actigen-E adalah paduan unik beberapa vitamin dan mineral yang dipatenkan untuk membantu pelepasan energi dari makanan. Protomalt dan Actigen-E bekerja bahu-membahu menghasilkan energi optimal. Protomalt ibarat bahan bakarnya dan Actigen-E membantu melepas energi secara optimal.