Sort by
Sort by

Perkuat Pasokan Susu Segar Nasional, Nestlé Indonesia Implementasikan Closed-Barn dan Serah Terima 90 Ekor Sapi Perah untuk Koperasi di Jawa Timur

Cow Imp 1
Ke daftar Siaran Pers

Pasuruan, 21 Juli 2026 – Selama lebih dari 50 tahun, kemitraan yang terjalin bersama para peternak sapi perah rakyat telah menjadi bagian dari perjalanan Nestlé Indonesia dalam mendukung pengembangan sektor persusuan di Indonesia. Kini, Nestlé Indonesia melanjutkan upaya tersebut melalui implementasi Closed-Barn bersama KUD Dadi Jaya Purwodadi, Kabupaten Pasuruan dan serah terima 90 ekor sapi perah impor kepada KUD Dadi Jaya Purwodadi, Koperasi SAE Pujon Malang, dan KUD Sumber Makmur Ngantang. Kedua inisiatif ini merupakan bagian dari upaya Nestlé Indonesia untuk mendukung modernisasi peternakan, meningkatkan produktivitas dan kualitas susu segar, serta memperkuat daya saing sektor persusuan Indonesia di masa depan.

Cow Imp 4

Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Republik Indonesia Dr. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut., M.P. mengatakan, "Kami mengapresiasi komitmen PT Nestlé Indonesia yang selama puluhan tahun tidak hanya berkontribusi dalam menyediakan produk berkualitas bagi konsumen Indonesia, tetapi juga menunjukkan komitmen yang kuat terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan peternak sapi perah. Menurut kami, pendekatan yang menggabungkan pengembangan industri dengan penguatan kapasitas masyarakat, khususnya melalui kemitraan dan pembinaan peternak, merupakan model kolaborasi yang patut diapresiasi dan terus diperkuat. Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus mendorong peningkatan produktivitas, kualitas susu segar dalam negeri, serta kesejahteraan peternak, sehingga mendukung terwujudnya ketahanan dan kemandirian pangan nasional."

Selain mendukung ketahanan pangan nasional, ekosistem persusuan yang kuat juga menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat di wilayah pedesaan melalui peningkatan kapasitas peternak, penguatan koperasi, dan penciptaan nilai tambah yang berkelanjutan. Bupati Pasuruan H. Mochamad Rusdi Sutejo, S.M. mengatakan, "Susu merupakan salah satu komoditas penting yang berperan dalam mendukung pemenuhan gizi masyarakat sekaligus menggerakkan perekonomian peternak lokal. Selama puluhan tahun beroperasi di Indonesia, Nestlé Indonesia terus berkomitmen memperkuat ekosistem persusuan nasional, termasuk melalui berbagai upaya untuk membantu percepatan penurunan stunting di Pasuruan. Sebagai kabupaten penghasil susu segar terbesar kedua di Jawa Timur, Pasuruan memiliki potensi yang sangat besar. Di tengah tantangan keterbatasan lahan, Nestlé Indonesia juga menginisiasi penerapan sistem closed barn untuk membantu meningkatkan produktivitas, kualitas susu, serta kesejahteraan peternak."

Cow Imp 2

Sebagai perusahaan "Good Food, Good Life", Nestlé telah hadir di Indonesia sejak 1971 dengan komitmen untuk menciptakan manfaat bersama bagi individu, keluarga, masyarakat, dan bumi. Salah satu wujud komitmen tersebut adalah melalui pengembangan sektor persusuan nasional yang dimulai pada tahun 1975 di Jawa Timur. Berawal dari penyerapan 160 liter susu segar dari sebuah koperasi di Malang, Nestlé Indonesia terus membangun kemitraan jangka panjang dengan peternak sapi perah rakyat dan koperasi setempat selama lebih dari lima dekade. Kini, Nestlé Indonesia bekerja sama dengan 28 koperasi dan lebih dari 12 ribu peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur. Kemitraan tersebut terus berkembang melalui berbagai upaya untuk mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas susu segar, mulai dari pendampingan peternak, penguatan kapasitas koperasi, penerapan teknologi, hingga modernisasi peternakan. Upaya ini turut mendukung Jawa Timur sebagai sentra produksi susu sapi terbesar di Indonesia dengan produksi mencapai 475,39 ribu ton pada tahun 2025.

Corporate Affairs Director Nestlé Indonesia Fajar Dewantara mengatakan, "Selama lebih dari 50 tahun, tujuan kami tetap sama, yaitu mendukung peningkatan produktivitas dan kualitas susu segar sekaligus membantu memperkuat sektor persusuan nasional. Seiring berkembangnya kebutuhan peternak dan sektor persusuan, dukungan yang kami berikan juga terus berkembang. Mulai dari pendampingan peternak bersama tim Milk Procurement & Dairy Development (MPDD), penguatan kapasitas koperasi, akses terhadap teknologi, hingga berbagai inovasi yang membantu peternak meningkatkan performa usahanya secara berkelanjutan. Hari ini, komitmen tersebut diwujudkan melalui penerapan Closed-Barn dan penyerahan sapi perah impor. Kedua inisiatif ini merupakan bagian dari upaya kami untuk mendukung modernisasi peternakan, meningkatkan produktivitas dan kualitas susu segar, serta memperkuat daya saing sektor persusuan Indonesia di masa depan."

Implementasi Closed-Barn atau sistem kandang semi tertutup dirancang untuk menciptakan lingkungan peternakan yang lebih nyaman dan terkontrol bagi sapi perah. Sistem ini membantu mengurangi heat stress, menjaga kualitas udara di dalam kandang, serta mendukung kesehatan dan kesejahteraan ternak sehingga mampu meningkatkan produktivitas susu. Sejak diperkenalkan pada tahun 2023, Nestlé Indonesia telah mendukung pembangunan lebih dari 50 Closed Barn di enam wilayah Jawa Timur, yaitu Malang, Pasuruan, Probolinggo, Ponorogo, Jombang, dan Blitar.

Berdasarkan pelaksanaannya di lapangan, penerapan sistem ini mampu meningkatkan produktivitas susu hingga lebih dari 20 persen. Sustainable Agri Advisor Nestlé Indonesia Syahrudi menjelaskan, "Salah satu tantangan utama peternakan sapi perah di Indonesia adalah menjaga kesehatan dan produktivitas ternak di tengah kondisi iklim tropis yang panas dan lembap. Closed-Barn dirancang untuk menciptakan lingkungan kandang yang lebih nyaman melalui pengaturan suhu, kelembapan, dan sirkulasi udara yang optimal. Dengan dukungan cooling pad dan exhaust fan, sistem ini membantu mengurangi heat stress serta menjaga kualitas udara di dalam kandang."

Cow Imp 7

Selain penerapan Closed-Barn, Nestlé Indonesia juga melakukan serah terima 90 ekor sapi perah impor kepada KUD Dadi Jaya Purwodadi, KUD SAE Pujon Malang, dan KUD Sumber Makmur Ngantang. Program ini merupakan bagian dari upaya meningkatkan kualitas genetik ternak, produktivitas susu, serta pengembangan populasi sapi perah nasional. Penempatan sapi dilakukan secara bertahap pada koperasi yang telah siap dari sisi infrastruktur dan manajemen sehingga dapat mendukung produksi sekaligus pengembangan breeding di masa mendatang. Selain importasi sapi ternak, Nestlé Indonesia juga menyerahkan imported straw (frozen cattle semen) dari sapi perah unggul ras Friesian Holstein sebagai bagian dari upaya mendukung program inseminasi buatan.

Dalam upaya modernisasi peternakan, Nestlé Indonesia juga terus mendampingi peternak dalam mengadopsi praktik regenerative agriculture guna mendukung keberlanjutan lingkungan. Hingga saat ini, program tersebut telah didukung melalui pengembangan sekitar 8.700 biodigester dan 2.000 manure application unit untuk mengelola limbah ternak menjadi energi alternatif dan pupuk organik. Selain itu, lebih dari 200.000 pohon legum telah ditanam melalui pendekatan silvopastura guna mendukung kesehatan tanah, konservasi air, dan keberlanjutan sektor persusuan dalam jangka panjang.

Cow Imp 8

Ketua KUD Dadi Jaya Purwodadi Drs. H. Nurianto, M.M. menyampaikan bahwa berbagai pendampingan yang dilakukan Nestlé Indonesia telah memberikan manfaat nyata bagi para peternak. "Melalui pendampingan yang dilakukan Nestlé Indonesia, kami menjadi lebih memahami praktik peternakan dan akses teknologi yang lebih modern. Penerapan Closed-Barn membantu menciptakan lingkungan kandang yang lebih nyaman sehingga kesehatan sapi terjaga dan produktivitas susu meningkat. Penyerahan sapi perah impor juga menjadi peluang bagi kami untuk meningkatkan kualitas genetik ternak dan memperkuat usaha peternakan rakyat ke depan."

Saat ini, Nestlé Indonesia menyerap susu segar senilai lebih dari US$60 juta setiap tahunnya dari para peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur. Berangkat dari pengalaman kemitraan yang telah dibangun selama lebih dari lima dekade, sejak tahun 2022 Nestlé Indonesia juga mulai memperluas program pengembangan peternak ke Jawa Tengah melalui Central Java Milk District Program.

"Ke depan, kami percaya bahwa penguatan sektor persusuan membutuhkan kolaborasi yang semakin erat antara pemerintah, koperasi, peternak, dan pelaku industri. Nestlé Indonesia akan terus berkomitmen untuk mendukung pengembangan sektor persusuan yang semakin tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan, sekaligus menciptakan manfaat bersama bagi peternak, masyarakat, dan Indonesia," tutup Fajar.