Jakarta, 3 November 2026 – Momentum Hari Pangan Sedunia yang diperingati setiap 16 Oktober, dengan tema tahun ini “Inovasi Hari Ini untuk Gizi Masa Depan” (Innovate Today. Nourish Tomorrow.), menjadi pengingat akan pentingnya kolaborasi dalam membangun sistem pangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Sejalan dengan semangat tersebut, Nestlé Indonesia terus memperkuat kontribusinya di sepanjang rantai nilai pangan, mulai dari kemitraan dengan para petani untuk menghasilkan bahan baku berkualitas, penerapan standar keamanan pangan dalam proses produksi, hingga menghadirkan beragam pilihan produk yang relevan dengan kebutuhan keluarga Indonesia.
Selaras dengan tujuan Nestlé untuk menggunakan potensi makanan dan minuman guna meningkatkan kualitas hidup setiap individu, saat ini dan untuk generasi mendatang, kami meyakini bahwa upaya menghadirkan produk pangan berkualitas dimulai jauh sebelum produk sampai ke tangan konsumen. Upaya tersebut berawal dari bagaimana bahan baku ditanam, dirawat, dan diperoleh secara bertanggung jawab, kemudian dilanjutkan melalui proses produksi hingga produk tersedia bagi konsumen. Keseluruhan proses ini mencerminkan eratnya keterhubungan kegiatan Nestlé Indonesia dengan ekosistem ekonomi nasional, mulai dari peternak sapi perah, petani kopi, kegiatan produksi, hingga pemenuhan kebutuhan konsumen Indonesia.
Salah satu wujud nyata komitmen tersebut adalah kemitraan dengan peternak sapi perah rakyat di Jawa Timur yang dibangun sejak 1975. “Peringatan Hari Pangan Sedunia mengingatkan kita bahwa sistem pangan yang kuat dibangun melalui kolaborasi dari hulu hingga hilir. Bagi Nestlé Indonesia, perjalanan menghadirkan produk berkualitas dimulai dari kesejahteraan para petani dan bahan baku berkualitas. Sejalan dengan semangat Nyata Bawa Makna, kami ingin memastikan bahwa kehadiran Nestlé Indonesia dapat berdampak positif yang nyata bagi masyarakat dan lingkungan. Untuk itu, hingga saat ini kami terus bermitra dengan petani, pemasok, dan pemerintah untuk meningkatkan kualitas dan produktivitas, sekaligus mendorong praktik pertanian Indonesia yang semakin tangguh dan berkelanjutan,” ujar Fajar Dewantara, Direktur Corporate Affairs PT Nestlé Indonesia.
Kemitraan serupa juga dilakukan bersama petani kopi di Lampung sejak 1994. Sejak awal, Nestlé Indonesia telah memberikan edukasi dan pendampingan, serta membuka akses terhadap teknologi, pasar, dan pembiayaan untuk membantu meningkatkan produktivitas petani dan kualitas bahan baku. Saat ini, melalui tim Milk Procurement & Dairy Development dan AgriService, Nestlé Indonesia terus mendorong para petani binaan untuk menerapkan praktik pertanian regeneratif yang bertujuan meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan ternak, menjaga kesehatan tanah, memperkuat ketahanan lahan pertanian, serta mendukung keberlanjutan mata pencaharian petani. Selain itu, berbagai program pendampingan bagi petani binaan di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Lampung juga mencakup pengembangan kapasitas usaha petani serta penguatan kelembagaan koperasi.
Komitmen terhadap kualitas kemudian dilanjutkan melalui proses produksi. Nestlé Indonesia saat ini mengoperasikan empat pabrik di Jawa Timur, Lampung, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. Sekitar 93% produk Nestlé Indonesia diproduksi di dalam negeri. Selain memenuhi kebutuhan konsumen dalam negeri, Nestlé Indonesia juga terus memperkuat perannya sebagai basis produksi dan ekspor regional. Hingga saat ini, lebih dari 36.000 ton produk olahan berbagai jenis SKU telah diekspor dari Indonesia ke lebih dari 30 negara, mencerminkan kontribusi Nestlé Indonesia dalam mendukung industri makanan dan minuman nasional serta membawa produk buatan Indonesia ke pasar global.
Melalui seluruh rantai nilai tersebut, Nestlé Indonesia berupaya memastikan bahwa kualitas bahan baku, proses produksi, keamanan pangan, dan inovasi produk berjalan secara berkesinambungan. Hal ini menjadi bagian penting dalam upaya perusahaan menyediakan pilihan produk yang berkualitas bagi masyarakat, dengan mempertimbangkan kebutuhan akan gizi, kualitas, kemudahan, keterjangkauan, dan kesejahteraan yang terus berkembang.
“Lebih lanjut, untuk menjawab kebutuhan konsumen yang terus berkembang, kami terus mendorong inovasi dalam menghadirkan produk yang relevan dan berkualitas. Kami senang dapat menghadirkan berbagai inovasi yang diproduksi di Indonesia untuk mendukung konsumen menjalani gaya hidup sehat dan aktif, di antaranya BEAR BRAND Collagen & Vitamin C dan MILO PRO,” ujar Fajar.
Tidak hanya melalui produk, Nestlé Indonesia juga berupaya mendampingi keluarga Indonesia dalam membuat pilihan pangan yang lebih baik dan terinformasi. Melalui berbagai program edukasi, kami terus meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya gizi seimbang, gaya hidup aktif, serta kebiasaan membaca label dan informasi nilai gizi pada produk pangan. Dengan demikian, perjalanan dari petani hingga keluarga Indonesia tidak hanya menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga diiringi upaya untuk membangun pemahaman dan kebiasaan yang mendukung kualitas hidup yang lebih baik.
“Bagi kami, kontribusi terhadap sistem pangan tidak berhenti ketika produk selesai diproduksi. Kami ingin memastikan bahwa apa yang kami lakukan dari hulu hingga hilir dapat memberikan manfaat yang nyata, mulai dari membantu memperkuat mata pencaharian petani dan rantai pasok lokal hingga menyediakan produk berkualitas dan mendukung keluarga Indonesia untuk membuat pilihan yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Inilah bagaimana semangat Creating Shared Value kami hadir dalam rantai nilai pangan,” tutupnya.
Melalui momentum Hari Pangan Sedunia, Nestlé Indonesia akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk turut berpartisipasi dalam membangun sistem pangan yang semakin tangguh dan berkelanjutan. Dengan menghubungkan petani lokal, bahan baku berkualitas, fasilitas produksi dalam negeri, inovasi, hingga konsumen, kami berkomitmen untuk membawa makna yang nyata bagi individu dan keluarga, masyarakat, serta bumi, sejalan dengan semangat Good food, Good life.