Sorry, you need to enable JavaScript to visit this website.
Sort by
Sort by

Program Pendampingan Gizi Nestlé Indonesia

Konsistensi Nestlé Indonesia Hadirkan Dampak Nyata dalam Mendukung Upaya Pemerintah Menurunkan Risiko Stunting

  • Komitmen Berkelanjutan untuk Gizi Anak Indonesia
    Nestlé Indonesia secara konsisten mendukung agenda pemerintah dalam percepatan penurunan dan pencegahan stunting sebagai bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan di bidang kesehatan dan gizi.

    Komitmen ini merupakan bagian dari inisiatif global Nestlé Dukung Anak Lebih Sehat (Nestlé for Healthier Kids), yang berfokus pada upaya pencegahan masalah gizi sejak dini melalui edukasi, intervensi berbasis bukti, dan kolaborasi lintas sektor.

    Secara global, Nestlé menargetkan 50 juta anak hidup lebih sehat pada tahun 2030, dengan Indonesia menjadi salah satu bagian penting dari upaya tersebut.
    panel 1
  • Perjalanan Kolaborasi Menciptakan Dampak Nyata
    Sejak 2022, Program Pendampingan Gizi menghadirkan pendekatan kolaboratif bersama pemerintah, tenaga kesehatan, akademisi, kader, dan komunitas di tingkat lokal untuk intervensi gizi yang berkelanjutan.

    Pendekatan ini dirancang untuk memastikan intervensi gizi dilakukan secara berkelanjutan sekaligus relevan dengan kebutuhan masyarakat.

    Timeline Program :

    2022
    Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT) & Edukasi Gizi Komunitas – Karawang
    Bekerja sama dengan BKKBN, Nestlé membangun 2 dapur DASHAT yang menyediakan 3 kali makan/minggu selama 3 bulan kepada anak stunting dan memberikan edukasi kepada lebih dari 1200 orang tua, kader, serta ibu hamil dan menyusui.

    HASIL/ DAMPAK PROGRAM:
    85 anak dengan kondisi stunting berat (severe stunting) mengalami penurunan yang signifikan sebanyak 23%, dan berat badan sangat kurang (severe underweight) mengalami penurunan signifikan sebanyak 17%.

    2023-2024
    100 Hari Pendampingan Gizi – 10 lokasi di Indonesia
    Dilaksanakan di berbagai wilayah di Indonesia sebagai intervensi gizi intensif bagi lebih dari 650 anak usia 12–60 bulan. Intervensi dilakukan dalam bentuk pemberian sumber protein tambahan 1 butir telur + 1 gelas susu, penyuluhan serta pendampingan edukatif yang menjangkau lebih dari 800 orang tua & kader.

    HASIL/ DAMPAK PROGRAM: Penurunan secara signifikan angka stunting berat (severe stunting) sebesar 28%.

    2025
    Program Pendampingan Gizi – Pasuruan | Batang | Karawang
    Pendampingan gizi berkelanjutan dengan pendekatan yang lebih komprehensif dan terintegrasi yang menyasar 598 anak usia 1 hingga 4 tahun dengan risiko stunting karena memiliki berat badan stagnan, berat badan kurang, dan gizi kurang. Pendampingan dilakukan melalui pemberian 1 butir telur dan 1 gelas susu setiap hari selama enam bulan yang dipadukan dengan edukasi gizi, Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), keamanan pangan, serta pola asuh makan kepada 598 orang tua, 147 kader, dan 520 ibu hamil dan menyusui.

    HASIL/ DAMPAK PROGRAM:
    Peningkatan indikator berat dan tinggi badan anak, serta penurunan prevalensi underweight sebesar 22,5%.
    panel 2
  • Pencegahan Dini adalah Kunci Masa Depan Anak
    Stunting masih menjadi salah satu isu prioritas dalam agenda kesehatan nasional Indonesia. Berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting tercatat turun menjadi 19,8%, melampaui target Bappenas sebesar 20,1%.

    Namun, stunting tidak terjadi secara tiba-tiba. Kondisi ini merupakan dampak dari kekurangan gizi yang berlangsung dalam jangka panjang, terutama pada 1.000 hari pertama kehidupan.

    Karena itu, pencegahan sejak dini melalui intervensi gizi yang berkelanjutan menjadi kunci untuk menjaga tren positif dan menciptakan dampak jangka panjang.
    panel 3
  • Pendampingan Sederhana, Dampak Bermakna
    Program Pendampingan Gizi 2025 dirancang sebagai pendampingan intensif selama enam bulan, dengan fokus pada pemenuhan gizi, edukasi keluarga, serta pemantauan rutin.

    Setiap hari, anak berisiko stunting menerima:
    ● 1 butir telur
    ● 1 gelas susu

    Intervensi gizi ini diperkuat dengan edukasi gizi keluarga, edukasi bagi ibu hamil dan ibu menyusui, pendampingan serta pemantauan rutin oleh kader posyandu, serta kolaborasi dengan pemerintah daerah dan akademisi.
    panel 4
  • Dampak Nyata bagi Anak, Keluarga, dan Komunitas
    Program ini menunjukkan hasil positif berupa peningkatan status gizi anak, perubahan perilaku makan keluarga, serta meningkatnya pemahaman gizi sejak dini di tingkat keluarga dan komunitas.

    Bagi Nestlé Indonesia, pencegahan stunting adalah sebuah perjalanan jangka panjang—untuk mendukung kesehatan anak, ibu, dan keluarga Indonesia hari ini, serta generasi yang lebih sehat di masa depan.
    panel 5
  • Langkah Kecil Hari Ini, Generasi Sehat di Masa Depan
    Salah satu wujud nyata komitmen Nestlé Indonesia dalam menciptakan manfaat bersama tercermin melalui target global perusahaan untuk membantu 50 juta anak hidup lebih sehat. Sepanjang tahun 2025, lebih dari 60 karyawan Nestlé terlibat langsung dalam kegiatan volunteering sebagai bagian dari Program Pendampingan Gizi. Inisiatif ini meliputi aktivitas pendampingan serta penguatan praktik gizi di komunitas guna mendukung edukasi keluarga mengenai pemenuhan gizi anak secara berkelanjutan.

    Kegiatan volunteering ini dilaksanakan di beberapa wilayah, dimulai di Pasuruan pada 4 September, dilanjutkan di Batang pada 8 Oktober, dan ditutup di Karawang pada 9–10 Oktober. Melalui rangkaian kegiatan tersebut, para karyawan berperan aktif mendampingi keluarga penerima manfaat dan kader posyandu, sekaligus memperkuat kontribusi nyata perusahaan dalam meningkatkan kualitas gizi komunitas lokal.

    Keterlibatan ini menegaskan bahwa langkah sederhana yang dilakukan bersama dapat menghadirkan dampak berkelanjutan bagi kesehatan anak Indonesia.
    panel 6